
Kamis, 30 November 2017
Berlatih makan Day 1

Sabtu, 25 November 2017
Aliran Rasa Tantangan 10 hari Komunikasi Produktif
Tantangan 10 hari menulis ini buat saya masih terasa berat, karena saya tidak terbiasa menulis apalagi ini harus konsisten menulis selama minimal 10 hari.
Jika dilihat dari pola yang terjadi selama mengerjakan Game Level 1 ini saya masih berada pada tahap Heteronomi, yaitu apabila diri kita sudah mulai memperlihatkan adanya tanda-tanda awal perilaku yang dinyatakan dalam indikator, tapi belum konsisten. Kadang menuliskannya, kadang juga tidak. Hal ini karena dipicu oleh pemahaman dan mendapatkan penguatan dari lingkungan terdekat yang membentuk opini dan persepsi sendiri.
Saya menulis, sambil mengingat-ingat kejadian apa saja yang telah berlalu, atau apakah terjadi sebuah komunikasi yang produktif dengan anak. Kejadian-kejadian tersebut lah yang kemudian saya tuliskan dalam Tantangan 10 hari
Sabtu, 18 November 2017
The curious one
Kebanyakan anak-anak, suka sekali bertanya, mengapa begini, mengapa begitu, kenapa harus ini dan kenapa harus itu. Saya selalu menganggap ini adalah bagian dari proses penting dalam kehidupannya, sebisa mungkin selalu saya jawab dengan balik bertanya padanya agar ia dapat menggali pikirannya lebih dalam lagi. Proses ngobrol tanya jawab ini sungguh menyenangkan, bisa dilakukan pagi hari saat sarapan sebelum berangkat sekolah, saat mengendarai sepeda, kadang juga sambil tidur-tiduran santai.
Sampai suatu hari, pembicaraan kami mengerucut pada pertanyaan, siapa yang menciptakan Allah? Sudah saya jawab Allah bukan mahluk sehingga Dia tidak diciptakan, Dia lah yang menciptakan kita. Tapi tampaknya Arya belum puas dengan jawaban tersebut. Saya bilang, tunggu ya Nak, Mama tanya dulu ya Nak sama Ibu Ustadzah. Saya takut salah. Setelah saya bertanya kesana kemari, saya mendapat saran untuk tidak melanjutkan pertanyaan ini. Karena ini merupakan cara syaithan untuk mencoba menggoyahkan keimanan kami dan diminta untuk membaca "amantu billah warasuluh" artinya "aku beriman kepada Allah dan rasulnya. Setelah mendapat pencerahan ini, saya langsung sampaikan kepada Arya dan sama-sama kami ucapkan "amantu billah warasuluh"
Birrul walidain
“Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada ibu bapakmu.” (QS. An-Nisa:36)
Allah SWT memerintahkan kita untuk selalu berbuat baik kepada kedua orang tua. Menyayangi dan menghormati mereka, menjaga ucapan dan perbuatan, selalu menghindari perdebatan yang mungkin akan melukai hati mereka. Bahkan apabila mereka berbeda keyakinan seperti tertulis dalam surat Luqman ayat 15 :
“Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan-Ku dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik.” (QS. Luqman:15.
Hal ini yang saya berusaha contohkan kepada Arya, bersikap baik kepada kedua orang tua saya bahkan kepada mertua. Karena mertua merupakan orang tua dari suami yang tentu saja harus saya hormati. Dengan melihat sikap kami yang sangat menghormati para kakek dan neneknya, saya berharap Arya dapat melakukan hal yang sama kepada kami sebagai orang tua nya saat kami tua nanti. Beberapa kali Arya bertanya, kenapa sih mama papa senang ajak jalan-jalan oma? Kenapa sih mama suka beli makanan utk nenek? Dan sebagainya. Saya jawab, dulu waktu mama dan papa kecil opa-oma, mbah-nenek yang urus kami dengan penuh kasih sayang,seperti sekarang mama papa sayang sama arya. Sekarang waktu nya mama papa yang urus mereka, karena Allah sangat suka bila kita menyayangi orang tua seperti tercantum dalam Al Quran. Arya kalau mama papa udah tua masih sayang ngga? Masih dong, Maaa!!!
Jumat, 17 November 2017
Berhitung yuk
Dari kecil, Arya nggak pernah saya paksakan untuk belajar abjad maupun angka, ya wajar saja kalo hitungannya masih sebatas 1-10 hehe. Tapi sebenarnya, anak-anak ini mudah sekali dalam menyerap sesuatu. Karena kami sedang tinggal di Belanda, otomatis Arya terpapar bahasa Belanda di sekolahnya. Ini salah satu alasan saya tidak memaksakan abjad dan angka padanya, takut dia bingung, sebenarnya yang benar itu satu-dua-tiga, one-two-three, atau ein-twee-drie?? Tapi ternyata, dia mengerti tiga-tiga nya. Karena saya coba selipkan mengenai abjad dan angka sambil ngobrol, sambil main, dan sebagainya. Kalau benar-benar dalam posisi belajar konvensional, hmmm mana mau Arya. Jadi, belajar itu bisa banyak cara, kalo cara 1 ngga berhasil, mungkin bisa dicoba cara 2, gali terus cara belajarnya melalui ngobrol, perbanyak waktu dengan anak
Katakanlah sejujurnya..
Arya walaupun sudah bukan balita lagi, masih saja sulit jauh dari Mama. Mau nya selalu ikut Mama. Tapi ada waktu nya dimana pergi nya Mama nggak bisa bawa anak kecil, kalau dibawa pun kasihan, pasti bosan. Dari kecil, saya selalu katakan yang sebenar-benarnya ketika mau berangkat, Mama akan pergi ke acara apa, naik apa, bertemu siapa, dan kira-kira akan sampai rumah jam berapa. Tidak jarang saya pulang terlambat, Arya sudah tidur, tinggal besok pagi nya ada yang ngomel-ngomel minta alasan kenapa pulangnya lama sekali.
Tidak semua momen pamit nya Mama bisa berjalan mulus, pasti ada kala nya Arya ngambek dan maksa minta ikut, seperti kemarin saat saya mau pergi ke RS. Sudah di mobil pun dia masih teriak-teriak, yang hp ketinggalan, charger, payung, semuanya dibilang ketinggalan supaya Mama bisa turun lagi dari mobil. Nice try!
Minggu, 12 November 2017
Alhamdulillah tubuhku sempurna!
Mama habis nonton video anak bule yang ngga punya tangan dan kaki, tapi berusaha melakukan kebutuhannya sendiri, seperti makan, minum, pakai baju, bahkan berusaha menenangkan adiknya yang masih bayi. Subhanallah ya..
Bocah kecil ini sering kali malas melakukan sesuatu a.k.a mager / males gerak. Dikit-dikit maaa, tolong ini maa, tolong itu maaa. Gimana ini yaa.. Pas banget, langsung aja Mama kasih liat video yang tadi.
Arya menyimak dengan serius, mungkin dalam hati nya berkata "ooh ternyata dia aja mau melakukannya sendiri walaupun sulit dan terbatas". Lalu Mama kasih pengertian, apakah lebih mudah mengerjakan pekerjaan dengan kedua tangan dan kaki yang Arya punya, atau tanpa tangan dan kaki seperti dia?
Mama beri kesempatan Arya untuk berpikir, lebih mudah dengan tangan dan kaki Ma.. Jadi Arya mau kan bantu Mama dengan mengerjakan pekerjaan sendiri? Supaya Allah melihat, Arya gunakan pemberiannya untuk melakukan yang baik, untuk membantu Mama juga, sehingga Allah pasti tambah sayang sama Arya. Setujuuu?? Setuju, Ma!!!
Selasa, 07 November 2017
Ssst.. Ada malaikat di samping kita!
![]() |
| pic from Pinterest |
Arya kalau keinginannya ngga dituruti masih suka marah-marah, kadang Mama nya dipukul, pura-pura nangis sudah ngga mempan untuk anak sebesar dia. Sudah waktunya untuk diajak berdiskusi. Mumpung momen nya tepat, sekalian saya sampaikan tentang amal baik, amal buruk, dan salah satu rukun iman yaitu iman kepada malaikat.
Apa hubungannya ya? Memukul merupakan perbuatan buruk, buruk dong, kan menyakiti orang lain. Menyakiti diri sendiri pun tak boleh apalagi menyakiti orang lain. Perbuatan ini ngga boleh dibiarkan, Arya harus tau bahwa apa yang dia lakukan itu adalah perbuatan yang buruk dan Allah nggak suka.
Saya menyampaikan bahwa dipukul itu sakit, you shouldn't do that. Arya pun mengakui bahwa memukul itu termasuk perbuatan buruk.
Waktunya saya memberi tahu bahwa setiap perbuatan baik dan perbuatan buruk ada catatannya, siapa yang mencatat? Malaikat Raqib dan Atid. Dimana mereka? Mereka selalu ada di sisi kita, semua perbuatan di catat, tak ada yang luput, dan akan dipertanggung jawabkan di akhirat kelak.
Arya harus percaya bahwa malaikat itu ada, karena mengimani malaikat termasuk ke dalam rukun iman.
Sekarang, Arya mau lebih banyak catatan amal baiknya atau buruknya? Amal baik dong, Maa.. *berpelukaan
Minggu, 05 November 2017
K.I.S.S
Sabtu, 04 November 2017
Kids Not Listening?

- Apakah mereka lapar atau lelah? Jangankan anak kecil ya, kita aja yang udah
hampirtua ga akan bisa fokus kalo lapar dan ngantuk, ya kan? Pengen ngamuk aja bawaannya. Begitu juga dengan anak-anak, kebanyakan anak jadi cranky jika waktu tidurnya tiba. - Apakah kita sudah memberi perhatian pada nya? Karena jika kita tidak memberikan respon yang tepat atas apa yang anak katakan maka sebenarnya kita tidak memberikan contoh untuk menjadi pendengar yang baik.
- Apakah berpindah tempat atau suasana bisa merubah perilaku nya? Ya mungkin saja dia bosan dengan suasana rumah, mengajaknya keluar mencari udara segar bisa memperbaiki emosi nya.
- Merunduklah, atau berlutut agar tinggi kita sejajar dengan anak.
- Genggam tangannya untuk mendapatkan perhatiannya.
- Minta anak untuk menatap mata kita, jangan dulu mulai bicara sebelum ada eye contact.
- Minta anak untuk mengulang apa yang kita bicarakan.
Milo Dingin
Kamis, 02 November 2017
Drama Sarapan
The most wanted Jepit Jemuran
Seringkali ibu saya ngomel-ngomel, "kemana yaa jepit jemuran Nenek kok pada hilang yaaa?" Maklumlah, kami masih tinggal di rumah o...
-
Tinggal di negara yang warganya mayoritas memiliki anjing sebagai binatang peliharaan membuat Mas Kecil seringkali berpapasan dengan anjing-...
-
Pretend play memang asyik, kali ini Arya punya ide untuk main supermarket. Barang-barang dijejer di sofa sebagai barang belanjaan. Plastik b...
-
Seringkali ibu-ibu bengong di dapur, mikirin mau masak apa. Kemarin liat sayur ini itu di supermarket, gemes banget, jadi beli. Lalu sampe ...


