Kamis, 30 November 2017

Berlatih makan Day 1

Di usia Arya yg hampir 6 tahun, terus terang belum banyak skill kemandirian yang dikuasainya. My bad, sedikit-sedikit maunya bantuin terus. Kali ini untuk urusan makan, Arya belum mau disiplin makan sendiri dan duduk tenang di meja makan. Biasanya Mama duduk di meja, Arya sambil asik main kesana kemari terus mama nya teriak-teriak manggilin berulang-ulang sampe Arya beneran datang untuk suap makanannya. Atau, bisa duduk tenang di meja makan, tapi harus sambil main gadget, dan jadinya tetep aja ngga fokus makannya.
Hari pertama coba untuk disiplin makan, makan siang bertahan makan di meja hanya 5 menitan, lalu kabur ke kamar, piring nya dibawa sambil nonton tv, huhu. Okelah gapapa, baru latihan pertama. Lanjut makan malam, kebetulan menu nya ikan lele goreng favorit Arya, alhamdulillah konsisten duduk di meja dan makan sendiri sampai habis. Hore!
#harikesatu #tantangan10hari #level2 #kuliahbunsayiip #melatihkemandirian

Sabtu, 25 November 2017

Aliran Rasa Tantangan 10 hari Komunikasi Produktif

Tantangan 10 hari menulis ini buat saya masih terasa berat, karena saya tidak terbiasa menulis apalagi ini harus konsisten menulis selama minimal 10 hari.
Jika dilihat dari pola yang terjadi selama mengerjakan Game Level 1 ini saya masih berada pada tahap Heteronomi, yaitu apabila diri kita sudah mulai memperlihatkan adanya tanda-tanda awal perilaku yang dinyatakan dalam indikator, tapi belum konsisten. Kadang menuliskannya, kadang juga tidak. Hal ini karena dipicu oleh pemahaman dan mendapatkan penguatan dari lingkungan terdekat yang membentuk opini dan persepsi sendiri.

Saya menulis, sambil mengingat-ingat kejadian apa saja yang telah berlalu, atau apakah terjadi sebuah komunikasi yang produktif dengan anak. Kejadian-kejadian tersebut lah yang kemudian saya tuliskan dalam Tantangan 10 hari

Sabtu, 18 November 2017

The curious one

Kebanyakan anak-anak, suka sekali bertanya, mengapa begini, mengapa begitu, kenapa harus ini dan kenapa harus itu. Saya selalu menganggap ini adalah bagian dari proses penting dalam kehidupannya, sebisa mungkin selalu saya jawab dengan balik bertanya padanya agar ia dapat menggali pikirannya lebih dalam lagi. Proses ngobrol tanya jawab ini sungguh menyenangkan, bisa dilakukan pagi hari saat sarapan sebelum berangkat sekolah, saat mengendarai sepeda, kadang juga sambil tidur-tiduran santai.

Sampai suatu hari, pembicaraan kami mengerucut pada pertanyaan, siapa yang menciptakan Allah? Sudah saya jawab Allah bukan mahluk sehingga Dia tidak diciptakan, Dia lah yang menciptakan kita. Tapi tampaknya Arya belum puas dengan jawaban tersebut. Saya bilang, tunggu ya Nak, Mama tanya dulu ya Nak sama Ibu Ustadzah. Saya takut salah. Setelah saya bertanya kesana kemari, saya mendapat saran untuk tidak melanjutkan pertanyaan ini. Karena ini merupakan cara syaithan untuk mencoba menggoyahkan keimanan kami dan diminta untuk membaca "amantu billah warasuluh" artinya "aku beriman kepada Allah dan rasulnya. Setelah mendapat pencerahan ini, saya langsung sampaikan kepada Arya dan sama-sama kami ucapkan "amantu billah warasuluh"



Birrul walidain

“Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada ibu bapakmu.” (QS. An-Nisa:36)

Allah SWT memerintahkan kita untuk selalu berbuat baik kepada kedua orang tua. Menyayangi dan menghormati mereka, menjaga ucapan dan perbuatan, selalu menghindari perdebatan yang mungkin akan melukai hati mereka. Bahkan apabila mereka berbeda keyakinan seperti tertulis dalam surat Luqman ayat 15 :
“Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan-Ku dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik.” (QS. Luqman:15.

Hal ini yang saya berusaha contohkan kepada Arya, bersikap baik kepada kedua orang tua saya bahkan kepada mertua. Karena mertua merupakan orang tua dari suami yang tentu saja harus saya hormati. Dengan melihat sikap kami yang sangat menghormati para kakek dan neneknya, saya berharap Arya dapat melakukan hal yang sama kepada kami sebagai orang tua nya saat kami tua nanti. Beberapa kali Arya bertanya, kenapa sih mama papa senang ajak jalan-jalan oma? Kenapa sih mama suka beli makanan utk nenek? Dan sebagainya. Saya jawab, dulu waktu mama dan papa kecil opa-oma, mbah-nenek yang urus kami dengan penuh kasih sayang,seperti sekarang mama papa sayang sama arya. Sekarang waktu nya mama papa yang urus mereka, karena Allah sangat suka bila kita menyayangi orang tua seperti tercantum dalam Al Quran. Arya kalau mama papa udah tua masih sayang ngga? Masih dong, Maaa!!!

Jumat, 17 November 2017

Berhitung yuk

Dari kecil, Arya nggak pernah saya paksakan untuk belajar abjad maupun angka, ya wajar saja kalo hitungannya masih sebatas 1-10 hehe. Tapi sebenarnya, anak-anak ini mudah sekali dalam menyerap sesuatu. Karena kami sedang tinggal di Belanda, otomatis Arya terpapar bahasa Belanda di sekolahnya. Ini salah satu alasan saya tidak memaksakan abjad dan angka padanya, takut dia bingung, sebenarnya yang benar itu satu-dua-tiga, one-two-three, atau ein-twee-drie?? Tapi ternyata, dia mengerti tiga-tiga nya. Karena saya coba selipkan mengenai abjad dan angka sambil ngobrol, sambil main, dan sebagainya. Kalau benar-benar dalam posisi belajar konvensional, hmmm mana mau Arya. Jadi, belajar itu bisa banyak cara, kalo cara 1 ngga berhasil, mungkin bisa dicoba cara 2, gali terus cara belajarnya melalui ngobrol, perbanyak waktu dengan anak

Katakanlah sejujurnya..

Arya walaupun sudah bukan balita lagi, masih saja sulit jauh dari Mama. Mau nya selalu ikut Mama. Tapi ada waktu nya dimana pergi nya Mama nggak bisa bawa anak kecil, kalau dibawa pun kasihan, pasti bosan. Dari kecil, saya selalu katakan yang sebenar-benarnya ketika mau berangkat, Mama akan pergi ke acara apa, naik apa, bertemu siapa, dan kira-kira akan sampai rumah jam berapa. Tidak jarang saya pulang terlambat, Arya sudah tidur, tinggal besok pagi nya ada yang ngomel-ngomel minta alasan kenapa pulangnya lama sekali.
Tidak semua momen pamit nya Mama bisa berjalan mulus, pasti ada kala nya Arya ngambek dan maksa minta ikut, seperti kemarin saat saya mau pergi ke RS. Sudah di mobil pun dia masih teriak-teriak, yang hp ketinggalan, charger, payung, semuanya dibilang ketinggalan supaya Mama bisa turun lagi dari mobil. Nice try!

Minggu, 12 November 2017

Alhamdulillah tubuhku sempurna!

Mama habis nonton video anak bule yang ngga punya tangan dan kaki, tapi berusaha melakukan kebutuhannya sendiri, seperti makan, minum, pakai baju, bahkan berusaha menenangkan adiknya yang masih bayi. Subhanallah ya..

Bocah kecil ini sering kali malas melakukan sesuatu a.k.a mager / males gerak. Dikit-dikit maaa, tolong ini maa, tolong itu maaa. Gimana ini yaa.. Pas banget, langsung aja Mama kasih liat video yang tadi.

Arya menyimak dengan serius, mungkin dalam hati nya berkata "ooh ternyata dia aja mau melakukannya sendiri walaupun sulit dan terbatas". Lalu Mama kasih pengertian, apakah lebih mudah mengerjakan pekerjaan dengan kedua tangan dan kaki yang Arya punya, atau tanpa tangan dan kaki seperti dia?

Mama beri kesempatan Arya untuk berpikir, lebih mudah dengan tangan dan kaki Ma.. Jadi Arya mau kan bantu Mama dengan mengerjakan pekerjaan sendiri? Supaya Allah melihat, Arya gunakan pemberiannya untuk melakukan yang baik, untuk membantu Mama juga, sehingga Allah pasti tambah sayang sama Arya. Setujuuu?? Setuju, Ma!!!

Selasa, 07 November 2017

Ssst.. Ada malaikat di samping kita!

pic from Pinterest

Arya kalau keinginannya ngga dituruti masih suka marah-marah, kadang Mama nya dipukul, pura-pura nangis sudah ngga mempan untuk anak sebesar dia. Sudah waktunya untuk diajak berdiskusi. Mumpung momen nya tepat, sekalian saya sampaikan tentang amal baik, amal buruk, dan salah satu rukun iman yaitu iman kepada malaikat.
Apa hubungannya ya? Memukul merupakan perbuatan buruk, buruk dong, kan menyakiti orang lain. Menyakiti diri sendiri pun tak boleh apalagi menyakiti orang lain. Perbuatan ini ngga boleh dibiarkan, Arya harus tau bahwa apa yang dia lakukan itu adalah perbuatan yang buruk dan Allah nggak suka.
Saya menyampaikan bahwa dipukul itu sakit, you shouldn't do that. Arya pun mengakui bahwa memukul itu termasuk perbuatan buruk.
Waktunya saya memberi tahu bahwa setiap perbuatan baik dan perbuatan buruk ada catatannya, siapa yang mencatat? Malaikat Raqib dan Atid. Dimana mereka? Mereka selalu ada di sisi kita, semua perbuatan di catat, tak ada yang luput, dan akan dipertanggung jawabkan di akhirat kelak.
Arya harus percaya bahwa malaikat itu ada, karena mengimani malaikat termasuk ke dalam rukun iman.
Sekarang, Arya mau lebih banyak catatan amal baiknya atau buruknya? Amal baik dong, Maa.. *berpelukaan

Minggu, 05 November 2017

K.I.S.S


Sudah tau kan bahwa anak-anak itu tidak bisa menerima perintah yang panjang tak berjeda? Bukan mereka ngga dengerin kita, tapi mereka belum mampu mencerna perintah yang kita sampaikan bertubi-tubi. Misalkan, "Duh kan Mama sudah bilang, habis main langsung dibereskan mainannya. Lalu susun lagi di tempat semula. Terus langsung mandi dan sholat ya, berjamaah sama Mama". Pasti ngga ada satu pun yang dikerjain deh. Saya yakin. Saya ambil contoh lagi, misalkan di jalan ada papan bertuliskan, "Jangan merokok ya, nanti udaranya kotor, bisa menyebabkan penyakit pada orang lain dan dirimu sendiri" dan papan bergambar rokok dicoret. Kira-kira akan lebih mudah diingat yang mana? Yang tulisan panjang atau bergambar? Tentu saja yang bergambar ya, walaupun untuk masalah rokok masih saja banyak orang yang nggak peduli walaupun sudah ada tanda larangan nya. Dari contoh tersebut, dapat diambil kesimpulan bahwa, informasi harus dibuat se-sederhana mungkin agar mudah diingat, apalagi untuk anak-anak.

Hari ini, saya mencoba menggunakan metode KISS (Keep it Short and Simple) untuk berkomunikasi dengan Arya. Selalu gunakan kalimat yang sederhana, "Ayok mandi, sudah bau asyem", selesai mandi : "Jangan lupa wudhu ya". Setelah Wudhu, "Yuk pakai bajunya". Selesai pakai baju, baru diajak sholat. Jadi usahakan anak menyelesaikan pekerjaan nya satu-persatu. Berikan rentang waktu, misalkan sudah mendekati waktu yang ditentukan, ingatkan bahwa mandi nya tinggal 5 menit lagi ya, jangan langsung tiba-tiba diajak udahan, pasti mengelak. Jangan lupa dibuat FUN, karena biasanya kalo Mama nya emosi, anak-anak makin ga mau kalah emosi nya, tapi kalo Mama tenang dan enjoy, anak-anak ikut terbawa senang. 

Sabtu, 04 November 2017

Kids Not Listening?

Problem nya siapa iniii yg anaknya sulit sekali diajak ngomong? Di suruh ini itu gak mau denger, dilarang ini itu malah dikerjain?
Sayaaah!! Ngaku duluan, haha. Sepertinya hampir semua parents mengalami hal kaya gini ya. Kebetulan saya nemu Pic menarik di Pinterest, tentang gimana sih cara berkomunikasi sama anak agar dia mau mendengar. Kita bahas satu persatu yah.

Tanyakan pada diri kita sendiri sebagai orang tua :
  • Apakah mereka lapar atau lelah? Jangankan anak kecil ya, kita aja yang udah hampir tua ga akan bisa fokus kalo lapar dan ngantuk, ya kan? Pengen ngamuk aja bawaannya. Begitu juga dengan anak-anak, kebanyakan anak jadi cranky jika waktu tidurnya tiba.
  • Apakah kita sudah memberi perhatian pada nya? Karena jika kita tidak memberikan respon yang tepat atas apa yang anak katakan maka sebenarnya kita tidak memberikan contoh untuk menjadi pendengar yang baik.
  • Apakah berpindah tempat atau suasana bisa merubah perilaku nya? Ya mungkin saja dia bosan dengan suasana rumah, mengajaknya keluar mencari udara segar bisa memperbaiki emosi nya.

Perhatikan gesture yang kita gunakan saat berbicara dengan anak:

  • Merunduklah, atau berlutut agar tinggi kita sejajar dengan anak.
  • Genggam tangannya untuk mendapatkan perhatiannya.
  • Minta anak untuk menatap mata kita, jangan dulu mulai bicara sebelum ada eye contact.
  • Minta anak untuk mengulang apa yang kita bicarakan.
Tampak mudah ya? Tapi percayalah, niscaya teori-teori ini akan menguap saat praktek. Butuh jam praktek tinggi supaya bisa ingat di luar kepala. Saya coba untuk praktekkan ke Arya, mulai dari pertanyaan untuk diri saya sendiri maupun gesture nya. Pas sekali hari ini Arya maksa untuk membuat finger painting. Karena bahan-bahan cuma seadanya, ya kali ini kreasi bebas aja deh, bahan apapun yang mau dimasukkan bebas tanpa takaran.
Sebenarnya apa sih yang paling ditakuti para mama dari messy play ini? Ya messy nya lah ya, beres-beres nya, belum yang tumpah-tumpah dan lengket kemana-mana. Biasanya, saya selalu menggunakan kalimat, "awas tumpah!" atau bahkan kalimat ancaman "awas ya kalo tumpah nanti becek dan lengket, mama marah lho!" Apa yang terjadi setelah itu? Tetep tumpah dan mama marah, haha.
Kali ini saya coba kalimat baru, "Arya pegang hati-hati ya, kalo tumpah ambil apa nak?" // "Ambil lap mama.. Nanti aku lap sendiri ya sampe bersih.."

Bahagia ngga sih dengernyaa?? Bangeet!! Walaupun sama-sama tumpah, tapi endingnya berbeda kan? Yuk mari kita explore lagi kalimat-kalimat produktif yang bisa digunakan pada anak-anak.

Milo Dingin

Hari ini bocah kecil lagi hobi banget minum Milo, minuman coklat yang biasa termasuk dalam paket menu anak-anak di resto fast food. Kebetulan hari ini kami pergi ke mall, ada resto fast foodnya, duh bahaya! Anak-anak kan kalo sudah minta mah suka maksa gitu yah, minta sekarang ya maunya sekarang harus ada. Mama harus berpikir keras, gimana caranya supaya bocah kecil ngga maksa beli menu anak-anak di resto fast food, apalagi mama tau bahwa ini cuma akal-akalannya saja supaya dapat mainan.
Mama tanya, kamu mau minum Milo nya sedikit apa banyak sampai puas? Banyak Ma!

Kalau beli di resto fast food dapatnya banyak apa sedikit? Sedikit.. Tapi kan enak maa kalo beli disitu.
Yang kamu maksud enak itu yg gimana sih? Enak itu dingin ma
Dingin itu dari apa? Es batu..
Di rumah ada es batu? Ada
Milo? Ada
Jadi bisa dong bikin milo dingin enak dan banyak sampe puas di rumah? Bisaa! Oke ma, bikin di rumah yaah
Alhamdulillah. Dompet amaan!

Kamis, 02 November 2017

Drama Sarapan

Hampir semua ibu di dunia ini pernah mengalami drama bocah kecil yess? Drama kali ini disponsori oleh gulali rambut nenek. Ada yang minta bukain gulali rambut nenek pagi-pagi belum sarapan apa-apa, yang bener aja lah naak 😩
Maa, bukain ma, pliiss!
Idiih masa pagi-pagi makan ginian sih? Coba kamu liat, gulali ini kalo dipegang rasanya apa?
Lengket.
Perutmu sudah ada isi makanan belum?
Belum.
Kalo makanan lengket masuk perut kosong apa yang terjadi?
Ga tau! 🤣
Ususnya lengkeeettt, sakit perut nanti. Buah aja ya?
Iya iya mau buah pir!(setelah dipotongin buah) Ga enak buahnya aku ga mauuu!
Lalu? Mau nasi goreng? Nasi goreng apa buah?
Indomiii! 🙈
Pilihannya cuma buah atau nasi goreng naak.
Huaa! Aku maunya indomi mamaa! Laper inii mau indomiii
Mulai pecah tangisnya, lalu saya mulai jelaskan bahwa mie instan juga banyak pengawet dan msg nya, cuma boleh sebulan sekali ya nak. Makin keras tangisnya. Saya bilang kalau sudah mau makan nasi atau buah, cari mama ya nak, silahkan lanjutkan dulu tangisnya.
Lalu datanglah sang nenek, nawarin makan dengan tempe goreng. Eh lho kok langsung mauuu 😅Mama kurang jago yaa komunikasi nyaa, harus banyak berguru ke nenek ini sepertinya.

The most wanted Jepit Jemuran

Seringkali ibu saya ngomel-ngomel, "kemana yaa jepit jemuran Nenek kok pada hilang yaaa?" Maklumlah, kami masih tinggal di rumah o...