Kebanyakan anak-anak, suka sekali bertanya, mengapa begini, mengapa begitu, kenapa harus ini dan kenapa harus itu. Saya selalu menganggap ini adalah bagian dari proses penting dalam kehidupannya, sebisa mungkin selalu saya jawab dengan balik bertanya padanya agar ia dapat menggali pikirannya lebih dalam lagi. Proses ngobrol tanya jawab ini sungguh menyenangkan, bisa dilakukan pagi hari saat sarapan sebelum berangkat sekolah, saat mengendarai sepeda, kadang juga sambil tidur-tiduran santai.
Sampai suatu hari, pembicaraan kami mengerucut pada pertanyaan, siapa yang menciptakan Allah? Sudah saya jawab Allah bukan mahluk sehingga Dia tidak diciptakan, Dia lah yang menciptakan kita. Tapi tampaknya Arya belum puas dengan jawaban tersebut. Saya bilang, tunggu ya Nak, Mama tanya dulu ya Nak sama Ibu Ustadzah. Saya takut salah. Setelah saya bertanya kesana kemari, saya mendapat saran untuk tidak melanjutkan pertanyaan ini. Karena ini merupakan cara syaithan untuk mencoba menggoyahkan keimanan kami dan diminta untuk membaca "amantu billah warasuluh" artinya "aku beriman kepada Allah dan rasulnya. Setelah mendapat pencerahan ini, saya langsung sampaikan kepada Arya dan sama-sama kami ucapkan "amantu billah warasuluh"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar