Pada hari ini project kami adalah mengetahui kemana para warga Palestina yang memutuskan untuk mengungsi atau mencari tempat tinggal yang lebih aman. Namun, di pengungsian bukan berarti mereka sudah mendapatkan kehidupan yang nyaman seperti sedia kala, tak jarang terjadi konflik dengan pemerintah setempat dan masalah-masalah lainnya. Ada beberapa negara di Eropa yang menyatakan bahwa mereka menerima dan akan menyediakan tempat untuk para pengungsi dari Palestina, namun bagi pengungsi yang menempuh jalur laut untuk menuju Eropa, seringkali perahu mereka tenggelam dan menelan korban jiwa.
Peta Penyebaran Pengungsi Palestina dari Suriah
Mesir: Di era Mursi, pengungsi Palestina asal Suriah diizinkan masuk dengan dokomen izin untuk tinggal sementara di Mesir sampai krisis Suriah meredah. Namun di masa Abdul Fattah Sisi, mereka tidak diizinkan lagi.
Sementara negara-negara Eropa seperti Swedia, Norwegia menerima suaka bagi pengungsi Palestina asal Suriah ke sana. Mereka diberikan kemudahan, dukungan kemanusiaan dan bantuan hukum.
Libanon: sebelum krisis Suriah meletus, selama bertahun-tahun Libanon sudah merasa terganggu dengan keberadaan pengungsi Palestina. sejak meletusnya krisis di kamp Yarmouk ada Desember 2012, selama dua tahun berikut 2013 dan 2014, gelombang pengungsi Palestina asal Suriah ke Libanon makin besar. Kini tercatat lebih dari pengungsi Palestina asal Suriah tinggal di kamp-kamp pengungsi Palestina di Libanon yang sebenarnya sudah mengalami kepadatan. Sementara hak dan peluang mereka bekerja di Libanon sangat ketat dan sulit. Saat ini jumlah warga Palestina yang mengungsi di Lebanon mencapai ratusan ribu orang. Menurut data statistik negara beribukota di Beirut tersebut, kini pengungsi mencapai angka 174.422 pada tahun 2017 lalu. Data tersebut diungkapkan oleh Maral Tutelian Guidanian, Direktur Jenderal Administrasi Statistik Pusat Lebabon sabagaimana dikutip oleh Antara. Dalam data tersebut juga diungkapkan bahwa pengungsi Palestina hidup di 12 kamp pengungsi dan berada dalam 146 kantong daerah di 5 provinsi yang berada di Lebanon. Dari jumlah itu, sebanyak 45 persen tinggal di kamp utama dan sisanya di perbatasan dan daerah.
Yordania:sejak awal krisis, Yordania sudah ketat dalam memberikan izin masuk pengungsi Palestina asal Suriah ke wilayah mereka dengan alasan keamanan dan Yordania tidak mampu menampung mereka. Pengungsi Palestina asal Suriah di Yordania ditampung sebagian besarnya di Cyber City di wilayah utara berbatasan dengan Suriah di gedung rusun enam lantai yang berisi 140 ruang flat. Mereka tidak diperkenankan keluar dari wilayah itu kecuali dengan jaminan paling lama dua hari saja.
Libia: pemerintah Libia pada November 2012 melarang masuk warga Palestina asal Suriah. Data dari UNRWA menyatakan pada Februari 2015, saat ini pengungsi Palestina asal Suriah yang diizinkan masuk hanya 1100 pengungsi saja. Menurut Group Palestina Suriah, kondisi mereka sangat keras karena situasi keamanan tidak stabil. Sebagian mereka mengalami penculikan, pembunuhan dari kelompok yang berperang akibatnya sebagian mereka harus mengungsi ke Eropa.
Turki: bagi pengungsi Palestina asal Suriah, Turki hanya stasiun persingggahan saja menuju Eropa sebab negeri dinilai tidak stabil. Tidak ada dokumen resmi terkait jumlah pengungsi Palestina asal Suriah di Turki dan hanya diperkirakan antara 3000-5000 orang. Sebagian instansi pemerintah menganggap mereka seperti warga Suriah lainnya. Namun berkat upaya pendekatan lembaga sipil Palestina, persoalan pengungsi Palestina asal Suriah, pemerintah Turki mengeluarkan keputusan izin masuk dan tinggal selama tiga bulan atau setahun bagi mereka di Turki.
Sumber :
http://www.aspacpalestine.com/id/item/5242-penyebaran-pengungsi-palestina
http://www.uswatuna.co/2018/01/3585/situasi-palestina-terkini-warga-palestina-yang-mengungsi-di-lebanon-mencapai-174-222.html
#tantangan_hari_ke5
#kelasbunsayiip3
#game_level_3
#kami_bisa