Sudah tau kan bahwa anak-anak itu tidak bisa menerima perintah yang panjang tak berjeda? Bukan mereka ngga dengerin kita, tapi mereka belum mampu mencerna perintah yang kita sampaikan bertubi-tubi. Misalkan, "Duh kan Mama sudah bilang, habis main langsung dibereskan mainannya. Lalu susun lagi di tempat semula. Terus langsung mandi dan sholat ya, berjamaah sama Mama". Pasti ngga ada satu pun yang dikerjain deh. Saya yakin. Saya ambil contoh lagi, misalkan di jalan ada papan bertuliskan, "Jangan merokok ya, nanti udaranya kotor, bisa menyebabkan penyakit pada orang lain dan dirimu sendiri" dan papan bergambar rokok dicoret. Kira-kira akan lebih mudah diingat yang mana? Yang tulisan panjang atau bergambar? Tentu saja yang bergambar ya, walaupun untuk masalah rokok masih saja banyak orang yang nggak peduli walaupun sudah ada tanda larangan nya. Dari contoh tersebut, dapat diambil kesimpulan bahwa, informasi harus dibuat se-sederhana mungkin agar mudah diingat, apalagi untuk anak-anak.
Hari ini, saya mencoba menggunakan metode KISS (Keep it Short and Simple) untuk berkomunikasi dengan Arya. Selalu gunakan kalimat yang sederhana, "Ayok mandi, sudah bau asyem", selesai mandi : "Jangan lupa wudhu ya". Setelah Wudhu, "Yuk pakai bajunya". Selesai pakai baju, baru diajak sholat. Jadi usahakan anak menyelesaikan pekerjaan nya satu-persatu. Berikan rentang waktu, misalkan sudah mendekati waktu yang ditentukan, ingatkan bahwa mandi nya tinggal 5 menit lagi ya, jangan langsung tiba-tiba diajak udahan, pasti mengelak. Jangan lupa dibuat FUN, karena biasanya kalo Mama nya emosi, anak-anak makin ga mau kalah emosi nya, tapi kalo Mama tenang dan enjoy, anak-anak ikut terbawa senang.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar