Sabtu, 17 Maret 2018

Book review : Dog loves books

Buku ini mengisahkan tentang seekor anjing yang sukaaaa sekali dengan buku, sehingga ia kemudian membuka sebuah toko buku agar orang lain juga bisa merasakan manfaat dari membaca buku. Hari-hari pertama sangat membosankan karena tidak ada pembeli yang datang, sampai sang anjing membaca sendiri buku-buku yang ia jual. Tiba-tiba ia didatangi oleh tokoh-tokoh yang ada di dalam buku yang ia baca dan seolah-olah berada dalam cerita tersebut. Selesai satu buku, berganti buku yang lain sehingga sang anjing pun tak merasa kesepian lagi.
Selesai dengan bukunya, datanglah seorang gadis kecil ke tokonya untuk melihat-lihat buku. Sang anjing sangat gembira, dan mengajak gadis kecil untuk membaca buku dan masuk ke dalam cerita tersebut. Toko buku nya menjadi ramai dan sang anjing sangat bahagia.

Book review : Bad Weather

Buku Bad Weather bentuknya seperti komik tapi tipis dengan sampul hard cover. Isi buku ini menceritakan tentang dua orang suami istri yang ingin menikmati cuaca yang sedang bagus dengan melakukan piknik di sebuah bukit berumput sambil mandi cahaya matahari. Saat hendak membuat teh, mereka lupa membawa air panas, sehingga sang istri pergi mencari kafe untuk mendapatkan air panas. Ia berjalan cukup jauh hingga menemukan sebuah kafe. Setelah mendapatkan air panas, ia kembali ke tempat suaminya berada, namun ternyata cuaca sudah berubah. Matahari sudah bersembunyi dan angin kencang datang menerbangkan tenda kecil yang dibuat sang suami. Akhirnya mereka membereskan barang-barang dan menikmati teh di dalam mobil.
Peristiwa alam seperti ini sangat mirip dengan cuaca di Belanda, dimana matahari bersinar terik namun ternyata suhu nya rendah tidak berbanding lurus dengan teriknya matahari. Bisa saja tiba-tiba mendung dan angin kencang datang. Mas Kecil sudah terbiasa dengan kondisi cuaca dan suhu di Belanda, bahkan Mas Kecil lebih kuat dingin daripada Mama dan Papa nya.

Book review : Killer Gorilla

Cover bukunya lumayan seram, dengan wajah gorilla di close-up dan tulisan judulnya dibuat warna merah dan seolah-olah seperti darah. Isinya tentang seorang ibu tikus yang mencari bayinya yg hilang di dalam hutan. Ia mencari kesana kemari, naik turun gunung dan lembah, dari Amerika hingga Australia, menempuh cuaca buruk dan marabahaya. Sedari awal ia mencari, ibu tikus selalu dikejar oleh seekor gorilla raksasa yang mengikutinya kemana pun ia pergi. Hingga saat ibu tikus sampai pada titik terlelahnya dan tak bisa lagi menghindar dari kejaran gorilla raksasa, ibu tikus sudah pasrah dan hanya ingin melihat wajah bayi nya sebelum ia dimangsa oleh gorilla raksasa. Namun tiba-tiba, gorilla raksasa membuka genggaman tangannya dan terlihatlah bayi tikus dalam genggamannya. Ternyata gorilla menemukannya di dalam hutan dan menyelamatkannya. Gorilla berusaha memberitahu ibu tikus, namun ibu tikus terus berlari ketakutan menjauh dari gorilla.

Ibu tikus bahagia sekali menemukan kembali bayinya. Ia tidak takut lagi terhadap gorilla raksasa yang ternyata baik hati. Kemudian ibu dan bayi tikus naik ke pundak gorilla untuk bersama-sama kembali ke hutan tempat tinggal mereka.

Cerita di buku ini mengajarkan Mas Kecil bahwa belum tentu yang besar dan seram itu jahat. Jangan dulu memutuskan sesuatu hanya dari sudut pandang kita, karena belum tentu itu benar.

Kamis, 08 Maret 2018

Berkunjung ke Perpustakaan Kota

Sejak minggu lalu, Mas Kecil membuat janji dengan beberapa temannya asal Indonesia untuk berkunjung ke perpustakaan kota. Perpustakaan di Belanda biasa disebut dengan Bibliotheek. Lokasinya berada di area centrum atau pusat belanja di kota ini, butuh waktu sekitar 5 menit dengan bersepeda santai. Sampai di bibliotheek ternyata teman-teman sudah menunggu, mereka sudah asyik menekuni buku dan mainan edukasi pilihan masing-masing. Mas Kecil pun langsung berkeliling melihat apa yang menarik menurut dirinya.


Satu persatu buku-buku mulai diambilnya, dilihat, dibuka setiap lembar, tapi sayang Mama ngga bisa bacakan karena berbahasa Belanda, tapi akhirnya Mas Kecil menemukan sekumpulan buku berbahasa Inggris. Selain buku, ada juga mainan-mainan edukasi seperti yang ada di sekolah, dan kumpulan dvd edukasi yang bisa ditonton disana ataupun dipinjam. Namun tidak seperti buku yang dapat dipinjam secara gratis, untuk dvd dan mainan edukasi kita harus membayar sebesar 1 euro per buah untuk 3 minggu masa pinjam.


Untuk dapat meminjam buku, Mama harus mendaftarkan Mas Kecil sebagai member di bibliotheek. Kenapa hanya Mas Kecil yang jadi member? Karena untuk anak-anak tidak ada biaya alias gratis, sedangkan untuk orang dewasa harus membayar sebesar kurang lebih 35 euro per tahun nya. Ya sudah, baca-baca ditempat saja ya. Semua pelayanan disini self service, pinjam dan pengembalian buku dilakukan sendiri dengan cara di-scan di layar-layar monitor yang sudah disediakan. Saat pendaftaran member, seorang petugas akan menjelaskan apa yang bisa kita lakukan di bibliotheek ini. Menurut Mama ini strategi yang sangat tepat, anak-anak diberikan fasilitas gratis dan sangat nyaman disini sehingga mereka betah dan senang sekali berkunjung ke bibliotheek. Jika anak sudah nyaman dan  betah, tentu saja mereka akan ketagihan untuk datang kesini lagi dan lagi hingga menjadi kebiasaan baik sampai mereka dewasa nanti.

Selasa, 06 Maret 2018

Book review: Borre en de opblaaskrokodil

Hari ini buku yg dibaca Mas Kecil adalah buku pemberian dari salah seorang gurunya sebagai kenang-kenangan karena beliau pensiun dari pekerjaannya sebagai guru. Bukunya berbahasa belanda, tapi karena Mas Kecil belum bisa baca, terpaksa Mama bacakan walaupun ngga yakin benar atau ngga spelling nya, yang penting usaha ya haha.


Buku ini berkisah tentang hari yang cerah di musim panas. Borre rasanya ingin berendam di kolam untuk meredakan panas yang menyengat. Lalu Borre teringat bahwa ia punya balon tiup berbentuk buaya. Setelah ditiup, ternyata si buaya ini tidak baik karena ia berniat untuk memakan binatang peliharaan Borre. Akhirnya si buaya digigit oleh binatang peliharaan Borre dan ia pun melayang-layang karena udara di dalam tubuhnya keluar. Kini Borre dan binatang peliharaannya dapat berendam dengan tenang tanpa gangguan si buaya.

Mas Kecil ternyata lumayan bisa mengartikan kalimat-kalimat sederhana yang ada di buku ini. Buku ini memang khusus untuk anak-anak groep 1/2 sekitar usia 4-7 tahun sehingga kalimat yang digunakan sangat sederhana dan mudah dicerna oleh anak-anak.

Membaca bersama

Hari ini ada teman Mas Kecil main ke rumah. Setelah mereka bosan main dengan mainan yang ada di luar, tak disangka Mas Kecil masuk ke kamarnya dan membawa koleksi bukunya keluar kamar. Teman Mas Kecil ini juga senang membaca, jadilah mereka membaca bersama. Namun karena temannya ini sudah tinggal di Belanda sedari kecil sehingga perbendaharaan kata dalam Bahasa Indonesia nya masih kalah dibanding Bahasa Belanda nya, Kebalikan dengan Mas Kecil. Jadi mereka saling mengajarkan, yang satu belajar Bahasa Indonesia, yang satu belajar Bahasa Belanda. Mama senang sekali melihatnya, bahwa skill seseorang bukan untuk dibandingkan dengan yang lain, namun untuk saling membantu karena masing-masing pasti punya kelebihan.
Saat membaca, Mas Kecil banyak membantu temannya dalam menyebutkan anggota-anggota tubuh dalam bahasa Indonesia, secara tidak langsung Mas Kecil juga belajar Bahasa Belanda dari temannya. Akhirnya teman Mas Kecil pulang karena hari mulai gelap dan dingin. Mereka bertukar mainan dan buku untuk dipinjam selama 7 hari atau 7 kali tidur malam, lucu ya.

Minggu, 04 Maret 2018

Book review: Mengapa begini? Mengapa begitu?


Judul Buku yang dibaca hari ini adalah Mengapa begini? Mengapa begitu? Isinya tentang pertanyaan-pertanyaan sains seperti mengapa kepala berambut? Mengapa telinga ada dua? Dan masih banyak lagi. Gambar ilustrasi nya cukup bagus dan menarik untuk anak-anak. Namun menurut Mama, pemilihan kata dan kalimat dalam buku ini masih kurang bagus, banyak kalimat-kalimat berima yang Mama rasa kurang cocok untuk anak-anak. Tata letak dan tulisan nya pun masih banyak kesalahan seperti tidak dikerjakan dengan serius. Maka dari itu, Mama hati-hati sekali dalam membacakannya untuk Mas Kecil. Sebisa mungkin Mama ganti kata-kata yang kurang pantas dengan kata-kata yang lebih baik dan bermakna. Mungkin nanti jika Mas Kecil sudah bisa baca sendiri, buku ini akan Mama sembunyikan sampai ia bisa menentukan mana yang baik dan tidak dari buku ini.

Jumat, 02 Maret 2018

Book review: Serunya Punya Saudara (1)


Hari ini Mas Kecil ambil buku Serunya Punya Saudara yang isinya terdapat banyak judul. Walaupun Mas Kecil belum punya adik dan ngga punya kakak kandung, Mama pikir ngga ada salahnya baca buku tentang ini, anggap aja persiapan punya adik ya. Judul yang dibaca kali ini adalah Kakakku Overprotektif. Isinya bercerita tentang seorang anak perempuan yang sering kesal dengan kedua kakak laki-laki nya yang sering menggodanya. Ia sempat berpikir pasti enak kalau tidak punya kakak. Ternyata ketika ia mendengar cerita dari sahabatnya yang tidak punya kakak atau adik, rumahnya terasa sepi sekali. Sahabatnya yang lain hanya punya adik.
Para Sahabat ini ingin sekali punya kakak yang bisa melindungi seperti kedua kakaknya. Sejak saat itu ia sangat bersyukur punya kakak yang ternyata sangat menyayanginya.

Book Review: Anjing dan Kucing

Buku yang dibaca hari ini judulnya anjing dan kucing. Dimana anjing dan kucing hidup berdampingan namun terhalang oleh sebuah tembok besar dan tinggi. Mereka tidak pernah berjumpa sama sekali, sehingga masing-masing punya persepsi sendiri tentang tetangganya. Kucing membayangkan sosok anjing yang buas dan jahat, sedangkan anjing membayangkan sosok kucing yang nakal dan licik. Sampai suatu hari, keluarga kucing yang sedang bermain bola tak sengaja melemparkan bolanya melompati tembok besar hingga jatuh ke wilayah anjing. Begitu juga dengan pesawat kertas yang sedang dimainkan keluarga anjing tak sengaja terbang ke wilayah kucing.
Masing-masing mengembalikan bola dan pesawat kertas kepada pemiliknya dengan melemparkannya ke balik tembok. Tak disangka, bola dan pesawat kertas malah dilempar balik. Lama-kelamaan anjing dan kucing malah asyik bermain dengan tembok besar masih menghalangi.
Buku ini mengajak berpikir, bagaimana caranya supaya mereka bisa bertatap muka dan bermain bersama? Bisa dengan membuat tangga, membuat lubang di tembok, terbang dengan mengikat banyak balon gas ditubuh, dan masih banyak lagi. Mas Kecil menyumbang ide untuk mencoba dengan jungkat-jungkit. Good idea, Nak!
Buku ini juga mengajak anak berpikir untuk melakukan sesuatu diluar keberanian kita. Bagaimana mungkin kita akan berhasil melakukan sesuatu tanpa kita mencobanya terlebih dahulu. Mama suka sekali bukunya.

Kulwap Ibu Belajar Tauhid Sesi 3 (End)










Alhamdulillah wash shalatu was salamu 'ala Rasulullah. Sering kita mendengar slogan, awas bahaya laten korupsi. Akan tetapi tahukah kita ada bahaya yang lebih besar dari korupsi? Apa itu? Bahaya syirik jauh lebih besar dari bahaya korupsi. Allah Ta'ala berfirman

وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepada engkau -wahai Muhammad – dan kepada (nabi-nabi) yang sebelum engkau: “Jika kamu berbuat syirik (kepada Allah ), niscaya akan gugur terhapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi. (QS Az Zumar: 65). Di sini Allah mengatakan kepada Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam dan kepada nabi-nabi yang Allah utus sebelum beliau. Jika mereka berbuat syirik, maka akan terhapus amal-amal mereka dan mereka akan menjadi orang-orang yang merugi. Maka bagaimanakah lagi kita yang derajatnya jauh di bawah para Nabi? Oleh karena itu, adalah suatu kewajiban bagi kita untuk terus mempelajari kesyirikan. Bukan untuk diamalkan, akan tetapi untuk dijauhi. Semoga Allah memberikan kita hidayah dan taufiq untuk beramal. Subhaanallooh, sungguh sebuah bahaya yg besar, yg sering kita abaikan.

Assalammualaikum, mohon bantuannya utk menanyakan syirik kah apabila anak2 bermain peran seperti di film kartun yg menunjukkan kekuatan super? Misalnya mengaku menjadi Superman.
Jawab:
Wa'alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh. Allahu a'lam, tidak. Akan tetapi, di dalam film-film semacam itu sedikit demi sedikit bisa merusak pemikiran anak-anak tentang aqidah yang lurus.

Tolong berikan contoh perkataan atau redaksi dialog yang pas untuk menerangkan tentang syirik ke anak-anak umur 3-7th. Sejak umur berapa diajarkan tentang syirik. Bagaimana detail contoh menjelaskan syirik pada balita?
Jawab: Untuk usia tiga tahun bisa dikenalkan dengan kisah-kisah yang ada dalam Al Qur'an dan hadits Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam yang shahih. Misalnya kisah burung hud-hud yang melaporkan perbuatan kaum saba kepada Nabi Sulaiman 'alaihissalam. Katakan pada anak, “ Burung hud-hud saja nggak suka ya orang-orang yang menyembah Allah tetapi juga menyembah matahari”. Sedangkan untuk usia tujuh tahun mereka sudah matang daya nalarnya. Tanyakan kepada mereka tentang fenomena kesyirikan pada zaman ini? Misalnya, “Kalau doa di kuburan itu gimana ya?”, setelah mereka memberi feedback, jelaskan bahwa tujuan berziarah kubur itu untuk mendoakan si mayit, bukan berdoa kepada mayit atau melalui perantara mayit. Atau jika momennya pas, misal sedang melewati tempat peribadahan orang kafir, diskusikan dengan mereka. Seperti faidah yang di-share kemarin oleh mba Mutia hafidzahallah di grup, saya ijin copas ya mba ^^

Sewaktu kami masih tinggal di Malaysia, tau sendiri ya di sana kayak di Upin Upin itu bener banget ada orang Melayu Cina India campur2 tinggal di sana. Kebetulan kami tinggal di kawasan orang Melayu tapi kami punya jadwal rutin tahfiz di lingkungan orang Arab yang ke sana itu melewati kawasan orang Cina. Nah, kalau lewat kawasan itu selalu ada istilahnya "tempat persembahan" dengan hiasan lampu2 dan makanan2 yang disajikan untuk berhala. Saya sering menyebutkan kata berhala untuk apa2 yang disembah yang berada di tempat2 persembahan. Karena di buku2 kan sering disebutkan berhala itu patung kan ya. Sedangkan tidak semua tempat persembahan itu ada patungmya. Jadi supaya nyambung ya saya sebut saja sesembahan apa saja itu berhala.  Cmiiw. Kalau lewat situ saya selalu ajak anak2 untuk diskusi. 
"Eh, lihat tuh ada berhala. Wah banyak ya makanannya."
"Aneh ih. Masa "Tuhan" makan."
"Tuh lihat ada soya (susu kedelai)."
"Ih, masa "Tuhan" minum soya sih."
Begitulah polosnya anak2. Saya bilang, "Masya Allah ya Kak, kalau "Tuhan" sampai perlu makan dan minum yang harus kita sediakan, memenuhi kebutuhan dirinya sendiri saja dia tidak bisa apalagi mengabulkan doa kita." Di sana kami juga tinggal berdekatan di kawasan orang India. Dan bisa browsing untuk Batu Caves, di sana ada patung yang besaaaaaar sekali melebihi jalan layang. Setiap kami lewat situ banyak sekali orang India dan tak jarang wisatawan juga. Tentunya kami tidak akan sudi mampir ke sana, cuma lewat saja. Lagi2 kalau lewat situ saya ajak anak2 diskusi. 
"Berhalanya besar sekali ya, Masya Allah. Yang bikin siapa coba?"
"Itu kan patung buatan manusia."
"Hebatan mana, yang bikin berhalanya apa berhalanya?"
"Hihi, hebatan yang bikin lah."
"Aneh ih, masa "Tuhan" dibikin sih."
Di bagian bawah patung itu juga ada sajian makanan dan minuman. Lalu saya bilang, "Hmmm, mungkin ga berhalanya besar karena dikasih makan?"
"Ya nggak mungkin lah. Itu kan cuma patung Mi."
"Iya ya, kok mereka ga tau ya, kenapa ya mereka tuh tetap saja beribadah kepada berhala. Kakak aja tau.."
Lalu saya bilang, "jadi ya Kak, mereka itu sebetulnya bukan menyembah berhala tapi mereka menganggap bahwa berhala itu bisa menyampaikan keinginannya kepada Allah. 
"Yah kalau memang begitu ya langsung saja kepada Allah, ngapain lewat berhala segala."
"Iya ya Kak.."
Tak lama hujan pun turun. "Lihat tuh, betapa tak berdayanya berhala itu. Melindungi dirinya sendiri dari hujan aja dia ga bisa, apa layak dia dimintakan sesuatu."

anak saya usia 5th, dia telat bicara daya nalar y jg telat, kenapa ya kalo dibacakan crita tentang pra shahabat/para nabi yg ada perang y dia malah yg diikutin perang nya padahal udah dikasih th tp ttp ja, sampe bku2para shahabat yg 1paket superhero islam, saya umpetin dlu, saya kasih bku2akhlak adab dlu, gmn jg mnjelaskan ketika anak bertanya kapan qt akan ke surga? kok lama bgt, mnurt saya tu rumit gmn cr mnjelaskannya,
Jawab :
1. Insyaallah tidak mengapa, sambil orang tua menerangkan jihad dalam Islam yang bertujuan untuk menegakkan agama Islam. Semoga anak bisa meneladani sosok para shahabat radhiyallahu 'anhum yang pemberani.
2. Memang perjalanan kita masih panjang. Jelaskan pada anak bahwa setelah kita meninggal kita akan berada di alam barzakh, kemudian pada hari kiamat kelak dibangkitkan di padang mahsyar kemudian menjalani hisab dan penimbangan amal. Baru kemudian kita akan meniti shirath yang terbentang di antara dua neraka jahannam. Setelah itu ada qantharah baru kemudian menuju surga. Jelaskan bahwa di dunia ini ladang untuk beramal shalih dan buahnya akan kita petik di akhirat, semoga Allah memasukkan kita semua ke dalam surga. subhaanallooh.....

mba nida, boleh kah kita menceritakan surga dan neraka kpd anak2 dg gambar2? Mengingat hal tsb masuk perkara ghaib
Allahu a'lam. Surga tidak bisa tergambarkan, karena Allah jadikan kenikmatan surga itu tidak pernah terlihat oleh mata, terdengar oleh telinga, ataupun terbetik dalam benak manusia. Sebaiknya cukup diceritakan saja kenikmatan surga dan dijelaskan bahwa kesamaan kenikmatan dunia dan di surga hanya sebatas nama saja. Tetapi di surga jauh lebih indah.

Bagaimana menanggapi sang anak ttg tokoh2 kartun yg teman2 nya ceritakan ttg peri,cinderalla,doraemon,froozeen,film2 india/non islam yg didalamnya trdpt kesyirikan
Alhamdulillah anak2 tdk menonton tv dirumah, Qodarullah saat berkumpul dg teman2 nya ada yg cerita ttg tokoh2 diatas. Bagaimana menjelaskan ke anak2 usia 5-6 thn ttg kita harus takut hanya kpd Alloh azza wajalla,dan tdk boleh takut kpd selainnya. (Menjelaskan ttg perbedaan takut yg diperbolehkan (fitrah) dg takut yg terlarang).
Jawaban:
Wa'alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh. 
1. Kita perlu mengingkari kemungkaran yang ada pada film kartun tersebut. Jelaskan kepadanya bahwa cerita peri adalah cerita khayal dan yang bisa mengabulkan permohonan kita hanyalah Allah. Jelaskan pula tentang terbukanya aurat dan musik yang ada dalam film tersebut. Semoga dengan itu anak bisa menyaring informasi yang didapatkannya dari teman-temannya. Ada baiknya sesekali ajak teman-teman anak main ke rumah, buat acara sederhana misal menceritakan kisah-kisah shahih atau lomba hafalan hadits-hadits pendek. Beri hadiah kepada mereka. Semoga hal tersebut bisa menjadi wasilah untuk mengajak mereka kepada kebaikan. Sebagai tambahan, Syaikh Shalih Al Munajid dan Syaikh Al Utsaimin menjelaskan tentang sarana dan alternatif untuk menghadapi bahaya film kartun, bisa dibaca di sini: https://islamqa.info/id/112018. Silakan disimak, insyaallah sangat berfaidah.
2. Perbanyak contoh-contohnya, mana takut yang diperbolehkan dan mana yang tidak diperbolehkan, karena usia lima tahun perlu contoh konkret.

Tanggapan:
Apakah perilaku anak mengagumi superhero, tidak bs dianggap sikap yg wajar ? apa saja batasannya?
Superhero yang digambarkan dalam film-film kartun digambarkan mempunyai kekuatan yang tidak dimiliki manusia biasa. Kadang juga digambarkan bisa menguasai hal-hal yang di bawah kekuasaan Allah. Hal ini bisa mengotori fitrahnya yang lurus. Sebaiknya dikisahkan kepada mereka kepahlawanan Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam dan para shahabat radhiyalallahu 'anhum. Allahu a'lam.

Bagaimana Menjelaskan Hakikat kematian seseorang kepada Anak usia 3tahun?. Sepekan lalu orang tua saya meninggal, dan anak saya selalu bertanya tentang kematian. Kenapa Allah Matikan kakung? Aku Marah dan sedih sama Allah, kenapa Ambil kakung, kenapa kakung dikubur dll. ( Apa saja yang perlu dipahamkan kepada anak usia dini terhadap kematian)
Jawab:
Wa'alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh. Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Semoga Allah memberi pahala dan memberi pengganti yang lebih baik. Katakan pada anak dengan bahasa yang jelas, meninggal. Orang yang meninggal tidak bisa kembali ke dunia, ia akan berada di alam barzakh. Jangan gunakan kata-kata seperti tidur lama atau pergi lama. Gali pendapat anak tentang apa itu meninggal, jika ada informasi yang salah, luruskan. Jelaskan bahwa kita semua akan meninggal, tetapi hanya Allah yang tahu kapan kita akan meninggal. Ajarkan pada anak untuk mendoakan kakeknya semoga Allah merahmati dan mengampuni dosa-dosa beliau. Dan semoga nanti keluarga kita bisa kumpul kembali di surga.

Tanggapan:
Sebaiknya, sikap yg benar dlm menghadapi kematian yg benar seperti apa? Bersedih atau gembira? 
Dalam menghadapi kematian, sebagaimana musibah yang lain manusia terbagi menjadi empat tingkatan. 
1. Yang marah atas musibah
2. Yang bersabar
3. Yang ridha
4. Yang bersyukur
Tingkatan minimal yang wajib bagi kita adalah bersabar, yakni menahan diri dari apa yang Allah haramkan ketika tertimpa musibah, seperti meratap, menampar-nampar pipi dsb. Allahu a'lam.

Pertnyaan : anak saya usia 2th (laki2) setiap saya hendak solat menggunakan mukena dia selalu menangis meraung2 dan tidak memperbolehkan saya solat. Tp jika diajak solat ke mesjid oleh ayahnya tidak pernah menangis. Bagaimana sy memberikan pengertian ya?
Bisa dibaca disini

Tanggapan
Assalamu'alaykum. anak sy usia 7th, sering sekali bertanya ttg hubunganx dg tauhid. Seperti beberapa pekan lalu, dia bertanya:
-Ummi, untuk apa kita ada?
+Maksudnya gmn?
-Maksudnya utk apa manusia ada?
+(Saya menyebutkan adzdzaariyat:56 plus terjemahanx)
-Beribadah untuk apa?
+Karena...Allah maunya begitu.
Benarkah jawabn saya? Dan benarkah pertanyaan2 yg abstrak dr anak tdk harus selalu ditanggapi serius? Tp mencoba misal mengatakan "Klo ummi, gak ada gimana?" Malah diarahkan pertanyaanx ke arah yg lain. Benarkah demikian? Soalx sy klo pertanyaan anak2 selalu mencoba menjelaskan apa adax sesuai bahasa yg mereka pahami, klopun mereka masih blm paham, sy biasa katakan, insyaAllah suatu saat nanti kamu akan paham. Maaf, kepanjangan pertanyaanx.🙏🏻☺

Tanggapan :
Anak bertanya: "Ummi, mengapa harus ada org jahat?Iblis?"
Sy;sbg ujian utk kita mana yg beriman mana yg tdk
An:"Diuji utk apa?" Sy bingung klo sdh masalah begini.

Barakallahu fik, iya Allah menciptakan jin dan manusia memang untuk beribadah. Sebisa mungkin jelaskan dari dalil-dalil Al Qur'an dan hadits yang shahih. Allahu a'lam. Allah menciptakan sesuatu sesuai dengan hikmahnya. Inilah pentingnya belajar tentang iman kepada takdir, baik takdir yang baik dan yang buruk. Segala yang Allah ciptakan itu baik, walaupun kita kadang terasa buruk bagi manusia. Kalau tidak ada orang jahat, semua manusia beriman kepada Allah, tidak bermaksiat, tidak akan ada dakwah, taubat, dan jihad di jalan Allah. Padahal amalan-amalan tersebut sangat besar nilainya di sisi Allah. Takdir yang buruk sering diumpamakan dengan obat. Terasa pahit bagi yang meminum, akan tetapi di balik itu ada maslahat yang besar yakni kesembuhan -biidznillah- bagi yang meminumnya. Allahu a'lam. maasyaa allah

assalamualaikum mba, msh bs ajukan pertanyaan tdk? anak saya bbrp hari ini selalu menanyakan, apakah betul setelah meninggal trs hidup lagi....trs kita lahir jd bayi lg apa gak. anak saya juga menanyakan....karena saya cerita, iya, nanti kita hidup lagi di surga, bertemu dengan kakak muhammad (kakaknya yg meninggal saat bayi) anak saya menanyakan, surga itu seperti apa mah
Jawab:
Wa'alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh. Manusia dibangkitkan dalam keadaan tidak mengenakan sandal, telanjang, dan belum dikhitan. Sedangkan kenikmatan di surga bisa dibaca di sini

Tanggapan :
ttg film kartun Atau film semisal film Umar Atau hal2 yg sbnrx bermanfaat tp disertai musik.apakah boleh?
Syekh Muhammad bin Saleh Al-Utsaimin rahimahullah berkata, "Akhir-akhir ini ada fenomena sebagian studio Islam yang memproduksi film kartun. Mereka mengatakan ini adalah islami. Misalnya ada produk yang berjudul "Penakluk Konstantinopel" atau "Rihlatussalam (Perjalanan Perdamaian)" terakhir adalah film "Ghulan Najran (Anak Najran)" yang disebut dalam surat Al-Buruj atau dalam dalam hadits shahih Muslim. Film kartun ini mereka jadikan sebagai alternatif dari film kartun yang merusak. Apa hukum perkara ini?"
Maka beliau menjawab:
"Saya menilai bahwa hal itu, insya Allah, tidak mengapa, karena kenyataannya, sebagaimana anda sebutkan, ingin melindungi anak-anak dari perkara yang diharamkan. Paling tidak, jika hal tersebut memang harus, hal itu lebih ringan dari apa yang mereka sebut sebagai film kartun yang kami dengar dapat menimbulkan keraguan dalam akidah, atau mempertontonkan wujud tuhan ketika turun hujan, na'uzu billah, dan yang semacamnya. Secara umum, saya menganggap hal tersebut tidak mengapa....
Pendapat saya tersebut, jika di dalamnya hanya terdapat kebaikan, maka tidak mengapa, tapi jika diiringi musik, maka hal tersebut tidak dibolehkan. Karena musik termasuk perkara yang diharamkan." (Liqo Bab Maftuh, 127/soal no. 10)
maasyaa allah, sdh ada fatwanya❤

Pertnyaan : anak saya usia 2th (laki2) setiap saya hendak solat menggunakan mukena dia selalu menangis meraung2 dan tidak memperbolehkan saya solat. Tp jika diajak solat ke mesjid oleh ayahnya tidak pernah menangis. Bagaimana sy memberikan pengertian ya?
Bisa dibaca di sini

Assalamu'alaikum, um mengajarkan mengenai tauhid kepada anak usia 5 tahun n 9 tahun trus gimana sih nasehatin anak usia  5 tahun n 9 tahun supaya ga males2an tuk sholat 5 waktu
Tahapan pengenalan tauhid sudah dibahas di pertemuan yang lalu. Sebelum menikah: memilih calon ayah yang shalih karena ia yang akan menjadi imam dalam rumah tangga. Pilih yang baik agama (di antaranya dilihat bagaimana shalat lima waktunya di masjid dan rajin atau tidaknya hadir di majelis ilmu) dan akhlaknya (di antaranya bisa dilihat bagaimana ia memperlakukan orang tuanya, terutama ibunya). 
Setelah menikah:
1. berdoa kepada Allah agar dikaruniai anak yang shalih, ingatkan suami untuk membaca doa sebelum berhubungan suami istri
2. ketika anak lahir, memohon perlindungan kepada Allah ketika bayi lahir, men-tahniknya (bagi yang berpendapat bahwa tahnik adalah sunnah bagi umat Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam, bukan kekhususan beliau saja), memberikan nama yang baik, dan melaksanakan aqiqah. Bangun suasana rumah yang kondusif, isi dengan ketaatan kepada Allah. Anak adalah peniru ulung, ia akan meniru apa yang dilakukan oleh orang-orang di sekitarnya.
3. Usia satu tahun, perkenalkan anak dengan buku (mungkin sejenis board book) agar anak suka dengan buku. Pada usia ini pendidikan akan menyatu dengan kehidupan sehari-hari. Ajak anak ke majelis ilmu dengan tetap menjaga adab-adab. Usahakan anak tidak mengganggu peserta lain dan jika bertepatan dengan waktu shalat, anak jangan sampai memutus shaf. Mungkin kita akan berpikir, ibunya nggak konsen dong? Tidak apa-apa, insyaallah kita akan tetap mendapat pahala menuntut ilmu sekaligus membiasakan anak mendengar Al Qur'an dan as sunnah.
4. Usia dua tahun, bisa mulai diajarkan kalimat-kalimat sederhana, penciptaku Allah, Nabiku Muhammad, dan agamaku Islam. Dan tidak lupa diajarkan bahwa Allah ada di atas langit. Di usia ini, anak sudah bisa terlibat aktif dalam pendidikan. Buat kegiatan sederhana tentang tauhid. Misal mewarnai tentang ciptaan Allah. Katakan padanya, ini semua ciptaan Allah. Allah yang menciptakan, jadi hanya Allah saja yang disembah.
5. Jika anak sudah mulai tertarik dengan buku, bacakan buku-buku yang bermanfaat. Buku-buku kisah para Rasul isinya adalah tauhid, karena memang dakwah para rasul adalah tauhid. Bacakan kisah Nabi Nuh 'alaihissalam, sang Rasul pertama. Bagaimana dakwah beliau 'alaihissalam kepada masyarakatnya yang mengagungkan orang-orang shalih, hingga akhirnya mereka melakukan peribadatan kepada orang-orang shalih tersebut.
6. Usia tiga tahun biasanya anak sudah mulai aktif bertanya. Sebisa mungkin, kaitkan jawaban dengan tauhid. Misalnya, ketika ditanya, dinosaurus kok besar ya, Mi? Jawab iya, Allah menciptakan dinosaurus besar banget ya? Allah Maha Pencipta, bisa menciptakan yang kecil seperti semut, bisa juga menciptakan yang besar seperti dinosaurus. Makanya kita harus menyembah Allah saja. Pahamkan kepada anak bahwa Dzat yang menciptakan itu adalah satu-satunya Dzat yang berhak diibadahi.
7. Iringi dengan membiasakan adab-adab yang sesuai dengan tuntunan Rasulullah shalallahu 'alahi wa sallam. Mulai dari bangun tidur sampai tidur kembali. Ingatkan anak ketika keluar rumah membaca doa, masuk kamar mandi dst supaya anak biasa memohon perlindungan hanya kepada Allah.
8. Usia lima tahun ketika anak sudah mulai menghafal Al Qur'an usahakan sang ibu membaca tafsir Al Qur'an yang sedang dihafal sang anak. Ketika di dalamnya terdapat kisah, ceritakan. Anak-anak suka kisah. Kisah pula yang banyak Allah sebut dalam Al Qur'an agar hamba-hamba-Nya mengambil banyak pelajaran.
9. Ketika sudah menginjak usia sekolah, masukkan anak ke sekolah yang mengajarkan tauhid yang sesuai dengan Al Qur'an dan As Sunnah yang dipahami oleh generasi shahabat. Jangan serahkan pilihan kepada anak di mana ia ingin sekolah. Orang tua yang harus lebih berperan aktif, karena anak belum mengetahui mana yang lebih maslahat bagi pendidikannya. Jika memilih untuk homeschooling, saya merekomendasikan untuk membeli buku-buku tauhid yang sesuai dengan kurikulum standar Saudi Arabia (misalnya buku-buku terbitan Attuqa).
10. Usia tujuh tahun, anak mulai bisa diajak diskusi. Perkenalkan tentang syirik dan bahayanya. Misal ketika membaca kisah tentang kemuliaan Rasulullah shalallahu 'alahi wa sallam tanyakan kepada anak, “Wah Rasulullah sungguh mulia ya akhlaknya. Dekat dengan Allah. Boleh nggak kita doa kepada Rasulullah?” Anak akan berpikir, lalu kita jawab, “Tidak boleh, karena Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam sudah meninggal” sambil diceritakan kisah shahabat ketika dilanda musim kemarau. Mereka tidak berdoa kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, tetapi meminta didoakan ‘Abbas radhiyallahu ‘anhu, paman Rasulullah shalallahu ‘alaiahi wa sallam yang masih hidup.
11. Ketika sudah bergaul dengan lingkungan, mau tidak mau biasanya akan ada pengaruh negatif kepada anak dalam tauhidnya. Contoh simpel: setan dan hantu. Di sinilah peran orang tua untuk meluruskan pemahaman tauhid anak.
Ingatlah bahwa Allah yang Maha Memberi Hidayah. Kita memang bisa memberi hidayah irsyad (berupa bimbingan dan pengajaran), akan tetapi hidayah taufik hanya di tangan Allah. Sekeras apapun usaha Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam berdakwah kepada paman beliau, tidak menjadikan paman beliau masuk Islam. Sehebat apapun Nabi Nuh 'alaihissalam mengajak anaknya kepada tauhid, itu tidak bisa menghindarkan anaknya dari adzab berupa banjir besar yang menimpa orang-orang kafir. Oleh karena itu, mohonlah selalu kepada Allah agar memberikan hidayah kepada anak-anak kita. 
Begitu pula dengan tahapan menyuruh anak untuk shalat sudah dibahas pada pertemuan sebelumnya. Syaikh Sulaiman Ar Ruhaily menjelaskan tahapan mengajarkan anak shalat ada tiga fase. Sebelum tamyiz, ia tidak disuruh shalat. Akan tetapi jika ia shalat atau mengerjakan kebaikan yang lain, kita dukung. Fase tamyiz, anak disuruh untuk mengerjakan shalat, tanpa hukuman dan acaman. Setelah sepuluh tahun baru boleh menerapkan hukuman jika tidak shalat. Fatwa lengkap beliau bisa dilihat di sini (silakan disimak, insyaallah sangat bermanfaat)

Bismillaah.
Dalam materi di sebutkan, salah satu kisah untuk mengenalkan kesyirikan pada anak di antaranya kisah kecemburuan burung hud-hud terhadap kesyirikan.
Pertanyaannya, kecemburuan di sini penjelasan nya seperti apa ya? Kenapa bisa cemburu terhadap kesyirikan?
Jawab: 
Kecemburuan di sini berarti ketidaksenangan atau ketidakrelaan burung hud-hud melihat kesyirikan kaum Saba yang menyembah Allah tetapi menyekutukan Allah dengan menyembah matahari. Semua mahluk pada hakikatnya bertasbih memuji Allah dan mengetahui bahwa hanya Allah lah yang berhak disembah, akan tetapi kita tidak dapat mengetahui tasbih mereka. Kecuali Nabi yang Allah anugerahkan kepada mereka kemampuan untuk berbicara kepada hewan (seperti Nabi Sulaiman 'alaihissalam) atau pada Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam dan para shahabat yang Allah perdengarkan kepada mereka suara batu yang bertasbih. 

وَإِنْ مِنْ شَيْءٍ إِلَّا يُسَبِّحُ بِحَمْدِهِ وَلَٰكِنْ لَا تَفْقَهُونَ تَسْبِيحَهُمْ

“Dan tak ada satu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka.” (QS. Al-Isra: 44).
Selengkapnya bisa dibaca sini

pertanyaan :
bagaimana menjelaskan kepada anak saya umur 5th ttg kematian. anak saya menanyakan mengapa kalau sdh menjadi kakek terus meninggal, aku gak mau meninggal mah. kemudian saya pun mengatakan kalau semua makhluk hidup di dunia ini pasti meninggal. kemudian anak saya menanyakan lagi terus yang meninggal itu nanti emang masuk surga mah, di surga itu seperti apa mah, ada apa aja di surga? gimana kita bisa masuk surga, memangnya setelah meninggal terus kita hidup lagi di surga?
Barakallahu fik. Ibu bisa mendengarkan kajian yang membahas tentang perjalanan ruh setelah kematian. Mulai dari alam barzakh, dikumpulkannya manusia di padang mahsyar, kondisi di padang mahsyar, penghitungan dan penimbangan amal, dst.

Sekilas tentang narasumber:



Kamis, 01 Maret 2018

Kulwap Ibu Belajar Tauhid Sesi 2










Tanya: Boleh tidak kita memberi tau anak balita.. Jika berbuat salah semisal berbohong maka akan di siksa neraka, itu pedih dibakar kepanasan dan jd temannya syaiton?
Boleh, asal seimbang. Di dalam Islam diajarkan tentang rasa khauf (takut) kepada siksa Allah, akan tetapi juga harus ada raja', yakni berharap kepada Allah agar tidak berputus asa dari rahmat Allah.

Tanya: Pendidikan anak oleh orang tua single parent?
Jika didapati kebaikan yang banyak dengan menikah lagi (tercukupinya nafkah dan pendidikan anak) maka menikah lagi merupakan suatu kebaikan yang besar. Jika belum memungkinkan, tetaplah yakin bahwa pertolongan Allah amat dekat bagi orang yang bertakwa dan yang senantiasa bertawakkal kepada-Nya. Semoga Allah memudahkan Ibu untuk mendidik buah hati Ibu.

Tanya: Apakah tauhid merupakan cabang iman?
Insyaallah Ibu bisa menemukan penjelasannya di dalam tafsir Al Qur'an Surat Ibrahim: 24-25 bagaimana Allah mengumpamakan iman dengan sebuah pohon. Akarnya adalah tauhid.

Tanya: Apa saja yang termasuk syirik? Dan apa dosa yang di bawah syirik?
Penjelasan tentang syirik dan jenis-jenisnya bisa dibaca di sini. Dosa di bawah syirik adalah dosa besar sperti berzina, riba, atau mencuri. Jika pelaku dosa besar ini tidak bertaubat sampai meninggal, maka dia di bawah kehendak Allah. Jika Allah berhendak akan diampuni, atau sebaliknya akan diadzab sesuai dengan dosa yang telah dilakukan.

Tanya: Bagaimana menghadapi sikap kritis anak. Sudah dijelaskan bahwa Allah Pemberi Rizki akan tetapi mengatakan bahwa yang memberi uang adalah kantor ayah, bukan Allah?
Tanyakan pada anak, siapa yang menciptakan ayah? Siapa yang memberi ayah tangan? Siapa yang memberi ayah kesehatan sehingga ayah bisa bekerja? Tentu saja Allah. Allah tidak secara langsung memberi uang dari langit, akan tetapi Allah mempermudah jalan ayah untuk mendapatkan rezeki dengan nikmat-nikmat yang Allah berikan kepada ayah. Allahu Ta'ala a'lam.

Tanggapan
Bagaimana mensikapi anak yg sangat takut dibacakan kisah2? Krn dlm kisah ,misal saat dikisahkan abrahah dan Gajah2 yg alloh hukum dg dijatuhi batu,krn anak merasa iba dg gajah2 trsebut. Inti nya setiap kisah yg ada sedih2 nya srperti hukuman untuk kaum nabi nuh,nabi yusuf yg dimasukkan ke sumur,dll ia takut dan tdk mau dengar cerita. Ada kah buku rekomendasi u/ mengajarkan tauhid pd anak? Atau mungkin buku2 ttg kisah rasul yg sesuai buat usia anak yg baru 2 th gitu, dia kan msh suka buku yg banyak gambarnya ya...
Sebelumnya bisa dikenalkan apa itu syirik. Kenapa kaum-kaum terdahulu dibinasakan? Karena mereka berbuat syirik. Syirik lebih adalah dosa terbesar. Dan tentu dengan hikmahnya Allah menetapkan segala kejadian. Bisa download di muslimkecil.com ^^. Atau bisa juga ibu bersama anak membuat buku bersama. Anak ikut mewarnai atau menempel, itu akan lebih melibatkan anak sehingga nilai-nilai yang ditanamkan insyaallah lebih terasa pada jiwa anak. Allahu a'lam. FYI, penerbit Ahlan menerbitkan buku2 anak betyema Tauhid, salah satunya bukunya mba Nida

Mba nida, bagaimana menjelaskan bahwa Allah berbeda dari semua makhluk? Bahwa Allah tdk bisa dilihat, kpd anak usia 4th. Yang secara nalar belum bisa paham konsep nyata & ghaib?
Binatang dan manusia saja berbeda. Sama-sama punya tangan, tetapi tangannya berbeda. Begitu pula Allah. Allah punya penglihatan, tetapi berbeda dengan penglihatan kita. Penglihatan kita terbatas. Sedangkan penglhatan Allah meliputi alam semesta, tidak ada yang tersembunyi bagi Allah. Begitu pula sifat mendengar dan sifat lainnya. Katakan pada anak, Allah ada di atas 'arsy. Pemahaman yang benar tidak akan bertentangan dengan fitrah anak. Allah tidak bisa dilihat di dunia, akan tetapi kita insyaallah bisa melihat Allah kelak di surga. Melihat Allah di surga adalah kekhususan bagi orang-orang yang bertauhid kepada Allah. Jadi katakan kepada anak, "Nak, jika ingin melihat Allah kita harus bertauhid dan hanya beribadah kepad Allah". Allahu Ta'ala a'lam.

Tanya: Saya ibu dari 2 orang anak ( 7 thn dan 1 thn ) nama saya Wiwin usia 36thn, karyawan swasta
saya pernah membeli buku terbitan Ahlan, kbtulan ada temen yg berminat dan saya membelikannya. Setelah dibuka bukunya ada pertanyaan dari anak2 mengapa gambar orangnya tidak ada mata hidung dan mulutnya? Ini yg sulit menjelaskannya
Jelaskan kepada anak bahwa ada ancaman yakni hadits dari Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam \bagi penggambar mahluk bernyawa. Oleh karena itu, gambar dibuat tidak sempurna (tanpa wajah).

Tanya: Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu Saya ingin mengajarkan tauhid kepada anak saya sedini mungkin, saat ini usia anak saya 9bulan, pada usia ini apa yg harus saya ajarkan pertama kali supaya anak saya mengenal paham konsep ketauhidan? Terima kasih.
Jawaban:
Setelah menikah:
1. berdoa kepada Allah agar dikaruniai anak yang shalih, ingatkan suami untuk membaca doa sebelum berhubungan suami istri
2. ketika anak lahir, memohon perlindungan kepada Allah ketika bayi lahir, men-tahniknya (bagi yang berpendapat bahwa tahnik adalah sunnah bagi umat Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam, bukan kekhususan beliau saja), memberikan nama yang baik, dan melaksanakan aqiqah. Bangun suasana rumah yang kondusif, isi dengan ketaatan kepada Allah. Anak adalah peniru ulung, ia akan meniru apa yang dilakukan oleh orang-orang di sekitarnya.
3. Usia satu tahun, perkenalkan anak dengan buku (mungkin sejenis board book) agar anak suka dengan buku. Pada usia ini pendidikan akan menyatu dengan kehidupan sehari-hari. Ajak anak ke majelis ilmu dengan tetap menjaga adab-adab. Usahakan anak tidak mengganggu peserta lain dan jika bertepatan dengan waktu shalat, anak jangan sampai memutus shaf. Mungkin kita akan berpikir, ibunya nggak konsen dong? Tidak apa-apa, insyaallah kita akan tetap mendapat pahala menuntut ilmu sekaligus membiasakan anak mendengar Al Qur'an dan as sunnah.
4. Usia dua tahun, bisa mulai diajarkan kalimat-kalimat sederhana, penciptaku Allah, Nabiku Muhammad, dan agamaku Islam. Dan tidak lupa diajarkan bahwa Allah ada di atas langit. Di usia ini, anak sudah bisa terlibat aktif dalam pendidikan. Buat kegiatan sederhana tentang tauhid. Misal mewarnai tentang ciptaan Allah. Katakan padanya, ini semua ciptaan Allah. Allah yang menciptakan, jadi hanya Allah saja yang disembah.
5. Jika anak sudah mulai tertarik dengan buku, bacakan buku-buku yang bermanfaat. Buku-buku kisah para Rasul isinya adalah tauhid, karena memang dakwah para rasul adalah tauhid. Bacakan kisah Nabi Nuh 'alaihissalam, sang Rasul pertama. Bagaimana dakwah beliau 'alaihissalam kepada masyarakatnya yang mengagungkan orang-orang shalih, hingga akhirnya mereka melakukan peribadatan kepada orang-orang shalih tersebut.
6. Usia tiga tahun biasanya anak sudah mulai aktif bertanya. Sebisa mungkin, kaitkan jawaban dengan tauhid. Misalnya, ketika ditanya, dinosaurus kok besar ya, Mi? Jawab iya, Allah menciptakan dinosaurus besar banget ya? Allah Maha Pencipta, bisa menciptakan yang kecil seperti semut, bisa juga menciptakan yang besar seperti dinosaurus. Makanya kita harus menyembah Allah saja. Pahamkan kepada anak bahwa Dzat yang menciptakan itu adalah satu-satunya Dzat yang berhak diibadahi.
7. Iringi dengan membiasakan adab-adab yang sesuai dengan tuntunan Rasulullah shalallahu 'alahi wa sallam. Mulai dari bangun tidur sampai tidur kembali. Ingatkan anak ketika keluar rumah membaca doa, masuk kamar mandi dst supaya anak biasa memohon perlindungan hanya kepada Allah.
8. Usia lima tahun ketika anak sudah mulai menghafal Al Qur'an usahakan sang ibu membaca tafsir Al Qur'an yang sedang dihafal sang anak. Ketika di dalamnya terdapat kisah, ceritakan. Anak-anak suka kisah. Kisah pula yang banyak Allah sebut dalam Al Qur'an agar hamba-hamba-Nya mengambil banyak pelajaran.
9. Ketika sudah menginjak usia sekolah, masukkan anak ke sekolah yang mengajarkan tauhid yang sesuai dengan Al Qur'an dan As Sunnah yang dipahami oleh generasi shahabat. Jangan serahkan pilihan kepada anak di mana ia ingin sekolah. Orang tua yang harus lebih berperan aktif, karena anak belum mengetahui mana yang lebih maslahat bagi pendidikannya. Jika memilih untuk homeschooling, saya merekomendasikan untuk membeli buku-buku tauhid yang sesuai dengan kurikulum standar Saudi Arabia (misalnya buku-buku terbitan Attuqa).
10. Usia tujuh tahun, anak mulai bisa diajak diskusi. Perkenalkan tentang syirik dan bahayanya. Misal ketika membaca kisah tentang kemuliaan Rasulullah shalallahu 'alahi wa sallam tanyakan kepada anak, “Wah Rasulullah sungguh mulia ya akhlaknya. Dekat dengan Allah. Boleh nggak kita doa kepada Rasulullah?” Anak akan berpikir, lalu kita jawab, “Tidak boleh, karena Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam sudah meninggal” sambil diceritakan kisah shahabat ketika dilanda musim kemarau. Mereka tidak berdoa kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, tetapi meminta didoakan ‘Abbas radhiyallahu ‘anhu, paman Rasulullah shalallahu ‘alaiahi wa sallam yang masih hidup.
11. Ketika sudah bergaul dengan lingkungan, mau tidak mau biasanya akan ada pengaruh negatif kepada anak dalam tauhidnya. Contoh simpel: setan dan hantu. Di sinilah peran orang tua untuk meluruskan pemahaman tauhid anak.
12. Ingatlah bahwa Allah yang Maha Memberi Hidayah. Kita memang bisa memberi hidayah irsyad (berupa bimbingan dan pengajaran), akan tetapi hidayah taufik hanya di tangan Allah. Sekeras apapun usaha Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam berdakwah kepada paman beliau, tidak menjadikan paman beliau masuk Islam. Sehebat apapun Nabi Nuh 'alaihissalam mengajak anaknya kepada tauhid, itu tidak bisa menghindarkan anaknya dari adzab berupa banjir besar yang menimpa orang-orang kafir. Oleh karena itu, mohonlah selalu kepada Allah agar memberikan hidayah kepada anak-anak kita.
Sebenarnya, jawaban di atas sdh kita bahas ya, tetapi tidak apa2 diulang, agar makin paham, bi idznillaah.

Tanya: bagaimana cara mengenalkan tauhid pada anak yg mengalami keterlambatan perkembangan dan berkebutuhan khusus?
Allahu a'lam, maaf saya tidak tahu. Semoga bisa dipahami, jika tidak semua pertanyaan bisa dijawab ya.

Tanya: Assalamualaikum... Afwan umm.bgmna kalau anak tiba2 bertanya Alloh itu seperti apa?bgmna cara menjelaskannya..terimakasih sblumnya
Jawaban:
Wa'alaikumussalam. Jelaskan bahwa Allah berbeda dengan makhluk. Allah bersemayam di atas 'arsy, kita tidak bisa melihat Allah di dunia. Akan tetapi Allah bisa dilihat oleh orang-orang bertauhid kelak di hari kiamat

Tanggapan: Klo tiba tiba anak nanya: Allah d mana Sudah d jawab di langit tapi tetep tanya mana mna.
Allah tidak bisa dilihat di dunia. Akan tetapi, orang-orang yang bertauhid, yang hanya menyembah Allah akan bisa melihat Allah di surga kelak. Ini adalah tambahan nikmat bagi penghuni surga. Nah, kalau mau melihat Allah, harus rajin beribadah hanya kepada Allah. Selengkapnya bisa dibaca di sini
maasyaa allah, semoga bisa menjawab rasa ingin tahu anak2 ya.

Tanya: Assalaamu'alaikum..Mb saya mau tanya dong.. Gimana memberi nasihat yang ampuh kepada anak usia 7 tahun,  yang masih suka bercanda klo lagi sholat y? Soalnya sudah sering di ingatkan di omelin kadang, tapi masih diulang aja.. Mungkin ada cara yang sesuai dari rasulullah saw agar anak bisa faham dan g akan mengulangi nya lagi.
Assalamualaikum mba Fadila, saya Astari, mau bertanya tentang materi yg akan dibahas besok, misalkan nanti anak usia 2 tahunan, bagaimana kita menanamkan agar gemar sholat mbak, selain kita juga mencontohkan, soalnya anak segitu kan memang sifatnya masih suka main, terimakasih
Wa'alaikumussalam. Syaikh Sulaiman Ar Ruhaily menjelaskan tahapan mengajarkan anak shalat ada tiga fase. Sebelum tamyiz, ia tidak disuruh shalat. Akan tetapi jika ia shalat atau mengerjakan kebaikan yang lain, kita dukung. Fase tamyiz, anak disuruh untuk mengerjakan shalat, tanpa hukuman dan acaman. Setelah sepuluh tahun baru boleh menerapkan hukuman jika tidak shalat. Fatwa lengkap beliau bisa dilihat di sini (silakan disimak, insyaallah sangat bermanfaat). Jadi jika masih tujuh tahun, maka tidak boleh ada ancaman atau hukuman jika anak belum mengerjakan shalat dengan benar karena memang shalat belum wajib atas mereka dan terus nasehati dengan lemah lembut. Sedangkan jika yang dimaksud bermain-main ketika shalat itu adalah ketika shalat di masjid, maka salah satu solusinya adalah menempatkan anak dalam shaf orang dewasa, jangan ditempatkan di paling belakang bersama anak-anak yang lain karena sesuai tabiat mereka akan selalu bercanda dan bermain jika berkumpul dengan sebaya. Allahu a'lam.
Tambahan faidah: anak disuruh mengerjakan shalat ketika tujuh tahun berarti anak SUDAH BISA SHALAT SESUAI TUNTUNAN sejak sebelum tujuh tahun. Jadi tujuh tahun sudah bisa shalat ya.

Tanggapan: Bagaimana jika anak bertanya seperti apakah Allah buk? Apakah Allah punya mata, dll?/bagaiman menjelaskan kepada anak agar anak dapat memahami dengan mudah..
Ibu harus mengikuti kajian yang membahas asma wa sifat dan menyimaknya dengan baik agar bisa memahamkan kepada anak. Iya, Allah punya mata, tangan, dan betis sesuai dengan apa yang telah Allah wahyukan di dalam Al Qur'an dan telah dijelaskan pula dalam hadits Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam yang shahih. Akan tetapi berbeda dengan makhluk. Jika sesama makhluk saja berbeda, apalagi antara makhluk dan penciptanya.

Tanggapan: ada yg bilang, sifat Allah yg disebut dalam Al Quran itu harus di ta'wilkan, tidak boleh diartikan secara harfiah. Bagaimana pemahaman yg benar?
Tidak, kita harus memahaminya sebagai mana para shahabat dulu memahaminya. Tangan Allah telah disebutkan dalam Al Qur'an dan hadits yang shahih, kita harus memahami dalil itu sebagaimana datangnya, tanpa menakwilkannya dan tanpa menyerupakannya dengan makhluk. Penjelasan tentang tangan Allah bisa dibaca di sini. maasyaa allah...,baarokalloohu fiik, jd jelas yaaa. jadi, kl anak tanya, Allah punya tangan?jawabannya punya ya mba? tanpa takwil dan tanpa penyerupaannya dg makhluk.

Tanggapan: Ustadzah Mohon penjelasan definisi dan batasan umur tamyiz , Trimkasih.
Sebelumnya maaf, saya bukan ustadzah ya ^^ Di tautan fatwa Syaikh Sulaiman Ar Ruhaily di atas dijelaskan bahwa batasan tamyiz itu jika anak sudah bisa membedakan antara kurma dan arang, syaikh menjelaskan bahwa usia tamyiz sekitar tujuh tahun.

Tanya: anak saya usia 4th bertanya, kenapa kita agamanya islam? Kenapa Allah menciptakan syaithan dr api? Bagaimana jawaban yg baik untuk anak usia tsb?
Karena agama yang diridhai Allah hanyalah Islam. Allah menciptakan makhluknya berbeda-beda, ada yang dari api, tanah, dan cahaya. Itu menunjukkan kebesaran Allah.

Tanya: gimana men stop ank laki2 usia 4th,ngomong in hantu nakutin ayo ada hantu sambil make kain dmukanya atau adiknya ditutup kain apalah dbilang hantu ini huaa hantu ini.. Sy curiga pas dia main dluar sama adiknya d ujung blok rumah, sdg ada anak2tetangga pada main kejar2an hantu2an dr situ ngamati. Krn pernah sy susul mereka pas ada kejadian ank2 tetangga mainan hantu.
Setan ada dari golongan jin, manusia, dan hewan. Setan dijadikan Allah sebagai musuh kita. Oleh karena itu kita tidak boleh takut. Kita harus selalu memohon perlindungan dari Allah agar dijauhkan dari godaan setan.

Tanya: Bismillah mba gmn menjelaskan ke anak ttg kenikmatan surg dan siksa neraka?
Bisa dibaca di sini

Tanggapan: Setan dari golongan hewan maksudnya bagaimana Bun?
Allahu a'lam. Jin bisa menampakkan diri dalam wujud hewan semisal anjing hitam atau ular. Bisa dibaca penjelasannya di sini

Tanya: Bismillah, mau nanya bila masih ada waktu dan kesempatan: apakah sebuah keburukan jika ortu memanggil guru atau mengajak anak ke kajian2 terkait tauhid? Karena ortu baru hijrah dan mengenal sunnah. Khawatir salah dalam mengajarkan tauhid, mengingat kitab-kitab tauhid isinya padat dan menyelesaikannya butuh waktu lama.
Barakallahu fik, insyaallah itu termasuk kebaikan yang besar. Jangan lupa ajarkan adab kepada guru dan adab bermajelis.

Tanya: Assalamualaikum saya Sylvi dari Bogor ingin bertanya. Bagaimana cara agar lingkungan keluarga besar bisa mendukung pengenalan Tauhid. Karena saudara sepupu anak saya sangay sering bercerita tentang kartun2 khayalan yg berkaitan dengan sihir dsb. Syukron atas jawabannya
Wa'alaikumussalam. Didoakan dan didakwahi sesuai kemampuan dengan cara yang baik.

Tanya: Assalamualaikum, mba saya salah satu member group ahlan, mau sedikit bertanya. Saya seorang single parents, karena divorce. Bagaimana ya cara saya saat ini sbg sosok double parents (as father and mom ) mendidik tauhid anak saya . anak saya usia 9&7th. (Yg 7th kebetulan abk spectrum autism). Dan bagaimana saya membuat anak2 saya akhirnya berdamai dng kondisi kami saat ini. Karena kebetulan kedua anak saya (yg paling besar terutama) memiliki rasa kebencian terhadap ayahnya krn si anak melihat sendiri apa yg ayahnya lakukan sehingga menyebabkan akhirnya kami berpisah. Saya butuh sekali banyak masukan ttg pola parenting terbaik dng kondisi saya sbg single parents. Terimakasih banyak mba 
Jawaban:
Bisa dibaca di sini.

Tanya: Bismillah .. mau tanya bagaimana jika ada teman dr anak kita yg suka becanda dengan hal-hal yg baerkaitan dgn tauhid semisal, Pas buka buku dan ada gambar org2 menghancurkan ka'bah maka siteman bilang " wah gak bener itu berhala itu ya gak dihancurkan tp disembah..." Dy berkata demikian untuk menarik perhatian temannya dan membuat temannya tertawa, Baiknya yg demikian ini bagimana ya mbak, Alhamdulillah anak sy sdh tau kalau temennya ini salah , apa cukup sy kasih nasehat ke anak saya saja atau apa perlu sy sampaikan ke orang tuanya, (orang tuanya sdh 'ngaji')...

Tanya: Assalamu'alaikum mba Maya, afwan. Pertanyaanku sepertinya blm disampaikan? 
Bagaimana cara tehnisnya spy anak abg usia 10&14 th lbh mengamalkan sunnah dikesehariannya. Alhamdulillah ortu sdh mengenal sunnah selama 5th dan mcontohkan kpd anak. Tp mereka msh sedikit sekali mengamalkannya mislnya sholat dhuha, rawatib, dzikir dll
Wa'alaikumussalam. Ibu bisa jelaskan tentang keutamaan-keutamaan amalan sunnah tersebut, mencarikan teman yang baik bagi anak, dan bisa pula memberikan pujian dan hadiah. Akan tetapi, sebisa mungkin kaitkan hadiah dengan pemberian Allah, sehingga anak tidak terbiasa beramal dengan balasan dunia. Ada contoh bagaimana cara menyampaikannya pada anak di tautan fatwa Syaikh di atas. Dan sebagai tambahan ini ada jawaban yang bagus juga dari Syaikh Shalih Al Munajid di sini

Tanya: Kami punya tetangga org nonmuslim dan anak kami sering bermain dengan dia,  apakah ad batasan berteman dengan non muslim untuk anak usia 4 dan 5 tahun?
Batasan muamalah dengan orang kafir bisa dibaca di sini 

Tanggapan: Assalamualaikum... Anak saya selalu men judge orang "itu bukan muslim...ini bukan muslim...apabila liat orang g berhijab..orang pegang anjing...dan setiap ada tanda + (plus).. Kadang saya g enak krn takut orangnya denger. Anak saya umur 5 thun tk A Laki2
Wa'alaikumussalam. Bisa diajarkan adab-adab berbicara yang baik. Dan orang tua harus paham bahwa tidak setiap dosa menyebabkan pelakunya keluar dari Islam. Allahu a'lam.



Kulwap Ibu Belajar Tauhid Sesi 1

Beberapa waktu lalu, saya ikut serta dalam sebuah Kuliah Whatsapp yang diselenggarakan oleh Penerbit Ahlan dengan pemateri Ibu Arnida Sharah Auli yang bertemakan Kulwap Ibu Belajar Tauhid (KIBID). Kulwap tersebut dibagi menjadi beberapa sesi. Materi untuk sesi pertama dapat di unduh di sini Materi KIBID Sesi 1. Kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Penulisan kulwap di blog ini semata-mata hanya untuk dokumentasi pribadi.

Tanya Jawab KIBID pertemuan 1

Tanya: Bagaimana mengenalkan tauhid secara bertahap kepada anak? 

Sebelum menikah: memilih calon ayah yang shalih karena ia yang akan menjadi imam dalam rumah tangga. Pilih yang baik agama (di antaranya dilihat bagaimana shalat lima waktunya di masjid dan rajin atau tidaknya hadir di majelis ilmu) dan akhlaknya (di antaranya bisa dilihat bagaimana ia memperlakukan orang tuanya, terutama ibunya). 

Setelah menikah:
1. berdoa kepada Allah agar dikaruniai anak yang shalih, ingatkan suami untuk membaca doa sebelum berhubungan suami istri
2. ketika anak lahir, memohon perlindungan kepada Allah ketika bayi lahir, men-tahniknya (bagi yang berpendapat bahwa tahnik adalah sunnah bagi umat Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam, bukan kekhususan beliau saja), memberikan nama yang baik, dan melaksanakan aqiqah. Bangun suasana rumah yang kondusif, isi dengan ketaatan kepada Allah. Anak adalah peniru ulung, ia akan meniru apa yang dilakukan oleh orang-orang di sekitarnya.
3. Usia satu tahun, perkenalkan anak dengan buku (mungkin sejenis board book) agar anak suka dengan buku. Pada usia ini pendidikan akan menyatu dengan kehidupan sehari-hari. Ajak anak ke majelis ilmu dengan tetap menjaga adab-adab. Usahakan anak tidak mengganggu peserta lain dan jika bertepatan dengan waktu shalat, anak jangan sampai memutus shaf. Mungkin kita akan berpikir, ibunya nggak konsen dong? Tidak apa-apa, insyaallah kita akan tetap mendapat pahala menuntut ilmu sekaligus membiasakan anak mendengar Al Qur'an dan as sunnah.
4. Usia dua tahun, bisa mulai diajarkan kalimat-kalimat sederhana, penciptaku Allah, Nabiku Muhammad, dan agamaku Islam. Dan tidak lupa diajarkan bahwa Allah ada di atas langit. Di usia ini, anak sudah bisa terlibat aktif dalam pendidikan. Buat kegiatan sederhana tentang tauhid. Misal mewarnai tentang ciptaan Allah. Katakan padanya, ini semua ciptaan Allah. Allah yang menciptakan, jadi hanya Allah saja yang disembah.
5. Jika anak sudah mulai tertarik dengan buku, bacakan buku-buku yang bermanfaat. Buku-buku kisah para Rasul isinya adalah tauhid, karena memang dakwah para rasul adalah tauhid. Bacakan kisah Nabi Nuh 'alaihissalam, sang Rasul pertama. Bagaimana dakwah beliau 'alaihissalam kepada masyarakatnya yang mengagungkan orang-orang shalih, hingga akhirnya mereka melakukan peribadatan kepada orang-orang shalih tersebut.
6. Usia tiga tahun biasanya anak sudah mulai aktif bertanya. Sebisa mungkin, kaitkan jawaban dengan tauhid. Misalnya, ketika ditanya, dinosaurus kok besar ya, Mi? Jawab iya, Allah menciptakan dinosaurus besar banget ya? Allah Maha Pencipta, bisa menciptakan yang kecil seperti semut, bisa juga menciptakan yang besar seperti dinosaurus. Makanya kita harus menyembah Allah saja. Pahamkan kepada anak bahwa Dzat yang menciptakan itu adalah satu-satunya Dzat yang berhak diibadahi.
7. Iringi dengan membiasakan adab-adab yang sesuai dengan tuntunan Rasulullah shalallahu 'alahi wa sallam. Mulai dari bangun tidur sampai tidur kembali. Ingatkan anak ketika keluar rumah membaca doa, masuk kamar mandi dst supaya anak biasa memohon perlindungan hanya kepada Allah.
8. Usia lima tahun ketika anak sudah mulai menghafal Al Qur'an usahakan sang ibu membaca tafsir Al Qur'an yang sedang dihafal sang anak. Ketika di dalamnya terdapat kisah, ceritakan. Anak-anak suka kisah. Kisah pula yang banyak Allah sebut dalam Al Qur'an agar hamba-hamba-Nya mengambil banyak pelajaran.
9. Ketika sudah menginjak usia sekolah, masukkan anak ke sekolah yang mengajarkan tauhid yang sesuai dengan Al Qur'an dan As Sunnah yang dipahami oleh generasi shahabat. Jangan serahkan pilihan kepada anak di mana ia ingin sekolah. Orang tua yang harus lebih berperan aktif, karena anak belum mengetahui mana yang lebih maslahat bagi pendidikannya. Jika memilih untuk homeschooling, saya merekomendasikan untuk membeli buku-buku tauhid yang sesuai dengan kurikulum standar Saudi Arabia (misalnya buku-buku terbitan Attuqa).
10. Usia tujuh tahun, anak mulai bisa diajak diskusi. Perkenalkan tentang syirik dan bahayanya. Misal ketika membaca kisah tentang kemuliaan Rasulullah shalallahu 'alahi wa sallam tanyakan kepada anak, “Wah Rasulullah sungguh mulia ya akhlaknya. Dekat dengan Allah. Boleh nggak kita doa kepada Rasulullah?” Anak akan berpikir, lalu kita jawab, “Tidak boleh, karena Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam sudah meninggal” sambil diceritakan kisah shahabat ketika dilanda musim kemarau. Mereka tidak berdoa kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, tetapi meminta didoakan ‘Abbas radhiyallahu ‘anhu, paman Rasulullah shalallahu ‘alaiahi wa sallam yang masih hidup.
11. Ketika sudah bergaul dengan lingkungan, mau tidak mau biasanya akan ada pengaruh negatif kepada anak dalam tauhidnya. Contoh simpel: setan dan hantu. Di sinilah peran orang tua untuk meluruskan pemahaman tauhid anak.
12. Ingatlah bahwa Allah yang Maha Memberi Hidayah. Kita memang bisa memberi hidayah irsyad (berupa bimbingan dan pengajaran), akan tetapi hidayah taufik hanya di tangan Allah. Sekeras apapun usaha Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam berdakwah kepada paman beliau, tidak menjadikan paman beliau masuk Islam. Sehebat apapun Nabi Nuh 'alaihissalam mengajak anaknya kepada tauhid, itu tidak bisa menghindarkan anaknya dari adzab berupa banjir besar yang menimpa orang-orang kafir. Oleh karena itu, mohonlah selalu kepada Allah agar memberikan hidayah kepada anak-anak kita.

Tanya: Bagaimana menghilangkan pengaruh buruk kepada anak tentang hantu?
Jelaskan kepada anak tentang setan. Setan ada dari golongan manusia, jin, dan hewan. Setan dari golongan jin suka menggoda manusia agar manusia kufur kepada Allah. Kita harus menyemangati agar anak tidak takut kepada setan dengan senantiasa mengajarkan dzikir, dan meminta perlindungan kepada Dzat yang telah menciptakan setan, tentu yang perlu ditakuti dan dimintai perlindungan adalah Dzat yang telah menciptakannya. Jelaskan juga bahwa setan tidak akan bisa memberikan kemudharatan tanpa izin Allah.
Tanggapan: Bagaimana cara menjelaskan bentuk fisik setan? Soalnya kan klo di tv atau lingkungan klo setan itu pocong dll.
Asli setan, Allahu a'lam saya tidak tahu. Perkara ghaib harus ada dalil yg shahih ketika akan diperinci. Yang jelas setan bisa menampakkan diri dalam wujud lain, misal hewan atau manusia. Seperti kisah shahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu yang menjaga gudang yang berisi makanan dan dicuri oleh setan.

Tanya: Ruang lingkup tauhid yang wajib dipelajari seorang muslim?
Tauhid rububiyah, uluhiyah, dan aswa wa shifat. Penting pula mempelajari kebalikan dari tauhid, yaitu syirik agar kita bisa terhindar darinya.

Tanya: Contoh syirik yang bisa secara tidak sadar kita ajarkan kepada anak?
Misalnya ketika kita takut kepada hantu, otomatis anak akan menduplikasi sikap kita. Atau kita percaya tathayur (anggapan sial terhadap sesuatu), wah kejatuhan cicak nih, bakal ada yang meninggal.

Tanya: Perlukah anak dikenalkan hadits-hadits tentang tauhid?
Iya, tentunya disesuaikan dengan umur dan pemahaman sang anak. Sebagaimana Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam juga mengajarkan tauhid kepada shahabat Ibnu 'Abbas radhiyallahu 'anhu tentang tauhid di dalam hadits beliau yang terkenal, yang artinya, “Jagalah Allah niscaya Allah akan mejagamu dst”

Tanya: Mengajarkan tauhid di dalam kondisi lingkungan yang tidak mendukung?
Syaikh Mustafa Al Adawi dalam bukunya Fiqh Tarbiyatil Abna menasehatkan:
Negeri tempat hidup sebuah keluarga dan tabi'at pada penduduknya sangat berpengaruh terhadap pendidikan anak-anak. Negeri yang dihuni oleh orang yang akhlaknya jelek jelas berbeda dengan negeri yang dihuni oleh orang-orang yang shalih. Keburukan orang-orang yang jelek akan tercermin pada diri orang yang hidup di negeri yang jelek. Sebaliknya orang-orang yang shalih tidak akan pernah membuat teman-temannya menjadi sengsara. Dengan demikian, di dalam Islam disyari'atkan untuk berpindah dari negeri yang rusak penduduknya menuju sebuah negeri yang baik penduduknya. Coba lihatlah apa yang diperintahkan kepada seseorang yang pada masa lalu yang telah membunuh sembilan puluh sembilan jiwa dan melengkapinya menjadi seratus dengan membunuh seorang ahli ibadah. Dia diperintahkan untuk berpindah dari negerinya yang telah rusak menuju sebuah negeri yang penduduknya beribadah kepada Allah 'Azza wa Jalla agar dia beribadah kepada-Nya. Semoga kita bisa mengambil pelajaran dari nasehat di atas.

Tanya: Cara menjelaskan kepada balita tentang beda muslim dengan kafir? 
Allahu a'lam, mungkin bisa dicoba dengan membacakan kisah tentang Nabiyullah Isa 'alaihissalam dan kepercayaan orang Nasrani tentang beliau.

Tanya: Bagaimana mengajarkan tauhid dengan ilmu yang minim?
Perbanyak ke majelis ilmu, bergaul dengan teman-teman yang shalihah, dan cari lingkungan yang kondusif. Karena kita tidak bisa beramal tanpa ilmu, seorang ibu harus menjadi pembelajar sejati jika ingin anaknya mejadi orang yang giat belajar.

Tanya: Apakah materi PDF boleh disebarluaskan?
Boleh. Insyaallah setelah kulwap selesai nanti ada release resmi dari Ahlan. Release resmi tersebut boleh disebarluaskan.

Tanggapan: Assalamu'alaikum. Tauhid yg kita ajarkan ke anak seringkali terpengaruh orleh keluarga atau keluarga keluarga besar krn (maaf) mereka blm memahami tentang tauhid itu. Bagaimana cara mengatasinya?
Wa'alaikumussalam. Di lain kesempatan jelaskan kepada anak tentang tauhid yang sebenarnya, di samping itu, perlu mendakwahi keluarga dengan hikmah tentang tauhid yang lurus. Tidak lupa doakan keluarga agar mendapat hidayah berupa tauhid yang lurus.

Tanya: mbak kondisi tidak mendukung apa yang diperintahkan untuk pindah seperti dalam jawaban diatas? Apakah sudah boleh diajarkan tentang perbedaan agama ke balita?
Lingkungan yang buruk, misal lingkungan yang penuh dengan kesyirikan dan kita tidak bisa mengubahnya. Sebab mau tidak mau anak akan ikut terpengaruh. Boleh, tentu dengan cara yang bisa dipahami balita. Jelaskan tentang kisah Nabi Isa 'alaihissalam. Jelaskan bahwa Nabi Isa bukan anak Allah. Allah maha suci dari sifat punya anak. Ketika natal, jelaskan bahwa itu adalah perayaan yang tidak diperbolehkan sebab mereka sedang merayakan kelahiran tuhan. Allahu a'lam.

Tanya: Hal mendasar tentang tauhid yang pertama kali disampaikan kepada murid SD?
Mengenal Allah sebagai pencipta, pengatur, dan pemberi rizki. Setelah itu mengenalkan Allah sebagai satu-satunya Dzat yang berhak diibadahi. Begitu pula dengan materi mengenal Islam, mengenal Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam, dan Al Qur'an sebagai kalamullah. Insyaallah Ibu bisa menggunakan buku Pendidikan Tauhid untuk Madrasah Ibtidaiyah terbitan Attuqa.

Tanya: Bagaimana mengajarkan tauhid kepada ibu yang bekerja?
Dipertimbangkan kembali maslahat dan mudharat bekerja di luar rumah, sebab para ulama memberikan batasan-batasan bagi seorang perempuan yang akan bekerja di luar rumah. Salah satunya ialah tidak mengabaikan hak-hak (termasuk di dalamnya pendidikan) anak. Jika hal tsb belum memungkinkan, pilih sekolah dan pengasuh yang baik bagi anak, dan manfaatkan waktu untuk banyak-banyak beraktivitas dengan anak dan membacakan anak buku-buku Islami. Semoga Allah memberi kemudahan pada Ibu.

Tanya: Jika anak bertanya siapa yang menciptakan Allah?
Jelaskan bahwa Allah berbeda dengan mahluk. Allah pencipta, sedangkan mahluk adalah yang diciptakan. Ajarkan kepada anak untuk memohon perlindungan kepada Allah dan berhenti memikirkan hal tsb. Lebih lengkap penjelasannya bisa disimak di sini

Tanya: Anak bertanya tentang surga?
Surga tidak dapat terbayang di dalam benak manusia. Jelaskan bahwa kesamaan sesuatu di surga dengan sesuatu di dunia hanya nama saja. Sama-sama madu, akan tetapi di surga lebih enak. Boleh makan banyak-banyak, tidak akan buang air kecil dan buang air besar. Kalau mau ke surga kita harus menyembah Allah saja, kalau kita menyembah Allah saja, rajin beribadah kepada Allah insyaallah kita juga bisa melihat wajah Allah di surga.

Tanya: Maksud pemuda yang terdidik?
Maksudnya itu menunjukkan keberhasilan ibunda dalam mendidik beliau sehingga beliau menjadi shahabat gigih berjuang dalam Islam.

Tanya: Bagaimana mengatasi prasangka buruk anak kepada Allah ketika anak tertimpa suatu kejelekan?
Jelaskan tentang hikmah dalam kejadian yang ia rasakan.


The most wanted Jepit Jemuran

Seringkali ibu saya ngomel-ngomel, "kemana yaa jepit jemuran Nenek kok pada hilang yaaa?" Maklumlah, kami masih tinggal di rumah o...