Jumat, 10 Agustus 2018

Farewell souvenir

Akhir bulan Agustus ini kami akan pulang ke Indonesia karena masa studi Papa sudah selesai, Alhamdulillah. Hal ini berarti Arya tidak akan masuk sekolah lagi setelah libur summer. Nah, tradisi di sekolah ketika ada yang akan pindah atau pulang ke negara asalnya adalah mengadakan perpisahan sederhana di kelas dengan membawa sedikit makanan atau souvenir untuk kenang-kenangan.
Kalau beli mainan atau makanan diluar pasti akan menguras kantong agak dalam nih, walaupun gurunya sudah mengingatkan untuk membawa yang sederhana saja. Boleh bawa makanan saja atau souvenir saja. Untuk makanannya kami buat banana cake lagi seperti yang sudah pernah kami buat sebelumnya, tentu saja dengan pisang yang masih segar ya, walaupun pisang yang sudah coklat biasanya lebih manis untuk dibuat kue.
Rasanya kok kurang lengkap gitu kalo cuma bawa makanan kecil begitu, maklum kebawa habit di Indonesia yang isi goodiebag ulangtahunnya meriah banget. Kami berdua cari ide mau kasih apa ya buat teman-teman nanti supaya selalu ingat sama Arya dan tau harus menghubungi kemana kalo kangen. Akhirnya ketemu lah ide bikin pembatas buku yang ditempeli foto dan alamat email yang mama buatkan khusus untuk Arya, lalu di laminating. Seru banget prosesnya, mulai dari hunting kertas karton bermotif untuk pembatas bukunya, pilih foto yang bagus untuk di print, sampai laminating manual pake setrika pakaian, semua kami lakukan berdua. Hasilnya memang kurang rapih, tapi prosesnya yang paling penting. Ada rasa bangga saat Arya membagikan hasil jerih payahnya ke teman-teman dan gurunya. Gurunya pun appreciate sekali dan bilang bahwa ini ide yang sangat bagus sekali. Oh ya, selain pembatas buku, kami juga selipkan kartu pos yang sudah ditulis alamat kami di Indonesia, sehingga teman-teman nanti bisa kirim kartu pos nya. Semoga pertemanan mereka tetap terjalin hingga dewasa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

The most wanted Jepit Jemuran

Seringkali ibu saya ngomel-ngomel, "kemana yaa jepit jemuran Nenek kok pada hilang yaaa?" Maklumlah, kami masih tinggal di rumah o...