Beberapa waktu lalu, saya ikut serta dalam sebuah Kuliah Whatsapp yang diselenggarakan oleh Penerbit Ahlan dengan pemateri Ibu Arnida Sharah Auli yang bertemakan Kulwap Ibu Belajar Tauhid (KIBID). Kulwap tersebut dibagi menjadi beberapa sesi. Materi untuk sesi pertama dapat di unduh di sini Materi KIBID Sesi 1. Kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Penulisan kulwap di blog ini semata-mata hanya untuk dokumentasi pribadi.
Tanya Jawab KIBID pertemuan 1
Tanya: Bagaimana mengenalkan tauhid secara bertahap kepada anak?
Sebelum menikah: memilih calon ayah yang shalih karena ia yang akan menjadi imam dalam rumah tangga. Pilih yang baik agama (di antaranya dilihat bagaimana shalat lima waktunya di masjid dan rajin atau tidaknya hadir di majelis ilmu) dan akhlaknya (di antaranya bisa dilihat bagaimana ia memperlakukan orang tuanya, terutama ibunya).
Setelah menikah:
1. berdoa kepada Allah agar dikaruniai anak yang shalih, ingatkan suami untuk membaca doa sebelum berhubungan suami istri
2. ketika anak lahir, memohon perlindungan kepada Allah ketika bayi lahir, men-tahniknya (bagi yang berpendapat bahwa tahnik adalah sunnah bagi umat Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam, bukan kekhususan beliau saja), memberikan nama yang baik, dan melaksanakan aqiqah. Bangun suasana rumah yang kondusif, isi dengan ketaatan kepada Allah. Anak adalah peniru ulung, ia akan meniru apa yang dilakukan oleh orang-orang di sekitarnya.
3. Usia satu tahun, perkenalkan anak dengan buku (mungkin sejenis board book) agar anak suka dengan buku. Pada usia ini pendidikan akan menyatu dengan kehidupan sehari-hari. Ajak anak ke majelis ilmu dengan tetap menjaga adab-adab. Usahakan anak tidak mengganggu peserta lain dan jika bertepatan dengan waktu shalat, anak jangan sampai memutus shaf. Mungkin kita akan berpikir, ibunya nggak konsen dong? Tidak apa-apa, insyaallah kita akan tetap mendapat pahala menuntut ilmu sekaligus membiasakan anak mendengar Al Qur'an dan as sunnah.
4. Usia dua tahun, bisa mulai diajarkan kalimat-kalimat sederhana, penciptaku Allah, Nabiku Muhammad, dan agamaku Islam. Dan tidak lupa diajarkan bahwa Allah ada di atas langit. Di usia ini, anak sudah bisa terlibat aktif dalam pendidikan. Buat kegiatan sederhana tentang tauhid. Misal mewarnai tentang ciptaan Allah. Katakan padanya, ini semua ciptaan Allah. Allah yang menciptakan, jadi hanya Allah saja yang disembah.
5. Jika anak sudah mulai tertarik dengan buku, bacakan buku-buku yang bermanfaat. Buku-buku kisah para Rasul isinya adalah tauhid, karena memang dakwah para rasul adalah tauhid. Bacakan kisah Nabi Nuh 'alaihissalam, sang Rasul pertama. Bagaimana dakwah beliau 'alaihissalam kepada masyarakatnya yang mengagungkan orang-orang shalih, hingga akhirnya mereka melakukan peribadatan kepada orang-orang shalih tersebut.
6. Usia tiga tahun biasanya anak sudah mulai aktif bertanya. Sebisa mungkin, kaitkan jawaban dengan tauhid. Misalnya, ketika ditanya, dinosaurus kok besar ya, Mi? Jawab iya, Allah menciptakan dinosaurus besar banget ya? Allah Maha Pencipta, bisa menciptakan yang kecil seperti semut, bisa juga menciptakan yang besar seperti dinosaurus. Makanya kita harus menyembah Allah saja. Pahamkan kepada anak bahwa Dzat yang menciptakan itu adalah satu-satunya Dzat yang berhak diibadahi.
7. Iringi dengan membiasakan adab-adab yang sesuai dengan tuntunan Rasulullah shalallahu 'alahi wa sallam. Mulai dari bangun tidur sampai tidur kembali. Ingatkan anak ketika keluar rumah membaca doa, masuk kamar mandi dst supaya anak biasa memohon perlindungan hanya kepada Allah.
8. Usia lima tahun ketika anak sudah mulai menghafal Al Qur'an usahakan sang ibu membaca tafsir Al Qur'an yang sedang dihafal sang anak. Ketika di dalamnya terdapat kisah, ceritakan. Anak-anak suka kisah. Kisah pula yang banyak Allah sebut dalam Al Qur'an agar hamba-hamba-Nya mengambil banyak pelajaran.
9. Ketika sudah menginjak usia sekolah, masukkan anak ke sekolah yang mengajarkan tauhid yang sesuai dengan Al Qur'an dan As Sunnah yang dipahami oleh generasi shahabat. Jangan serahkan pilihan kepada anak di mana ia ingin sekolah. Orang tua yang harus lebih berperan aktif, karena anak belum mengetahui mana yang lebih maslahat bagi pendidikannya. Jika memilih untuk homeschooling, saya merekomendasikan untuk membeli buku-buku tauhid yang sesuai dengan kurikulum standar Saudi Arabia (misalnya buku-buku terbitan Attuqa).
10. Usia tujuh tahun, anak mulai bisa diajak diskusi. Perkenalkan tentang syirik dan bahayanya. Misal ketika membaca kisah tentang kemuliaan Rasulullah shalallahu 'alahi wa sallam tanyakan kepada anak, “Wah Rasulullah sungguh mulia ya akhlaknya. Dekat dengan Allah. Boleh nggak kita doa kepada Rasulullah?” Anak akan berpikir, lalu kita jawab, “Tidak boleh, karena Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam sudah meninggal” sambil diceritakan kisah shahabat ketika dilanda musim kemarau. Mereka tidak berdoa kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, tetapi meminta didoakan ‘Abbas radhiyallahu ‘anhu, paman Rasulullah shalallahu ‘alaiahi wa sallam yang masih hidup.
11. Ketika sudah bergaul dengan lingkungan, mau tidak mau biasanya akan ada pengaruh negatif kepada anak dalam tauhidnya. Contoh simpel: setan dan hantu. Di sinilah peran orang tua untuk meluruskan pemahaman tauhid anak.
12. Ingatlah bahwa Allah yang Maha Memberi Hidayah. Kita memang bisa memberi hidayah irsyad (berupa bimbingan dan pengajaran), akan tetapi hidayah taufik hanya di tangan Allah. Sekeras apapun usaha Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam berdakwah kepada paman beliau, tidak menjadikan paman beliau masuk Islam. Sehebat apapun Nabi Nuh 'alaihissalam mengajak anaknya kepada tauhid, itu tidak bisa menghindarkan anaknya dari adzab berupa banjir besar yang menimpa orang-orang kafir. Oleh karena itu, mohonlah selalu kepada Allah agar memberikan hidayah kepada anak-anak kita.
Tanya: Bagaimana menghilangkan pengaruh buruk kepada anak tentang hantu?
Jelaskan kepada anak tentang setan. Setan ada dari golongan manusia, jin, dan hewan. Setan dari golongan jin suka menggoda manusia agar manusia kufur kepada Allah. Kita harus menyemangati agar anak tidak takut kepada setan dengan senantiasa mengajarkan dzikir, dan meminta perlindungan kepada Dzat yang telah menciptakan setan, tentu yang perlu ditakuti dan dimintai perlindungan adalah Dzat yang telah menciptakannya. Jelaskan juga bahwa setan tidak akan bisa memberikan kemudharatan tanpa izin Allah.
Tanggapan: Bagaimana cara menjelaskan bentuk fisik setan? Soalnya kan klo di tv atau lingkungan klo setan itu pocong dll.
Asli setan, Allahu a'lam saya tidak tahu. Perkara ghaib harus ada dalil yg shahih ketika akan diperinci. Yang jelas setan bisa menampakkan diri dalam wujud lain, misal hewan atau manusia. Seperti kisah shahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu yang menjaga gudang yang berisi makanan dan dicuri oleh setan.
Tanya: Ruang lingkup tauhid yang wajib dipelajari seorang muslim?
Tauhid rububiyah, uluhiyah, dan aswa wa shifat. Penting pula mempelajari kebalikan dari tauhid, yaitu syirik agar kita bisa terhindar darinya.
Tanya: Contoh syirik yang bisa secara tidak sadar kita ajarkan kepada anak?
Misalnya ketika kita takut kepada hantu, otomatis anak akan menduplikasi sikap kita. Atau kita percaya tathayur (anggapan sial terhadap sesuatu), wah kejatuhan cicak nih, bakal ada yang meninggal.
Tanya: Perlukah anak dikenalkan hadits-hadits tentang tauhid?
Iya, tentunya disesuaikan dengan umur dan pemahaman sang anak. Sebagaimana Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam juga mengajarkan tauhid kepada shahabat Ibnu 'Abbas radhiyallahu 'anhu tentang tauhid di dalam hadits beliau yang terkenal, yang artinya, “Jagalah Allah niscaya Allah akan mejagamu dst”
Tanya: Mengajarkan tauhid di dalam kondisi lingkungan yang tidak mendukung?
Syaikh Mustafa Al Adawi dalam bukunya Fiqh Tarbiyatil Abna menasehatkan:
Negeri tempat hidup sebuah keluarga dan tabi'at pada penduduknya sangat berpengaruh terhadap pendidikan anak-anak. Negeri yang dihuni oleh orang yang akhlaknya jelek jelas berbeda dengan negeri yang dihuni oleh orang-orang yang shalih. Keburukan orang-orang yang jelek akan tercermin pada diri orang yang hidup di negeri yang jelek. Sebaliknya orang-orang yang shalih tidak akan pernah membuat teman-temannya menjadi sengsara. Dengan demikian, di dalam Islam disyari'atkan untuk berpindah dari negeri yang rusak penduduknya menuju sebuah negeri yang baik penduduknya. Coba lihatlah apa yang diperintahkan kepada seseorang yang pada masa lalu yang telah membunuh sembilan puluh sembilan jiwa dan melengkapinya menjadi seratus dengan membunuh seorang ahli ibadah. Dia diperintahkan untuk berpindah dari negerinya yang telah rusak menuju sebuah negeri yang penduduknya beribadah kepada Allah 'Azza wa Jalla agar dia beribadah kepada-Nya. Semoga kita bisa mengambil pelajaran dari nasehat di atas.
Tanya: Cara menjelaskan kepada balita tentang beda muslim dengan kafir?
Allahu a'lam, mungkin bisa dicoba dengan membacakan kisah tentang Nabiyullah Isa 'alaihissalam dan kepercayaan orang Nasrani tentang beliau.
Tanya: Bagaimana mengajarkan tauhid dengan ilmu yang minim?
Perbanyak ke majelis ilmu, bergaul dengan teman-teman yang shalihah, dan cari lingkungan yang kondusif. Karena kita tidak bisa beramal tanpa ilmu, seorang ibu harus menjadi pembelajar sejati jika ingin anaknya mejadi orang yang giat belajar.
Tanya: Apakah materi PDF boleh disebarluaskan?
Boleh. Insyaallah setelah kulwap selesai nanti ada release resmi dari Ahlan. Release resmi tersebut boleh disebarluaskan.
Tanggapan: Assalamu'alaikum. Tauhid yg kita ajarkan ke anak seringkali terpengaruh orleh keluarga atau keluarga keluarga besar krn (maaf) mereka blm memahami tentang tauhid itu. Bagaimana cara mengatasinya?
Wa'alaikumussalam. Di lain kesempatan jelaskan kepada anak tentang tauhid yang sebenarnya, di samping itu, perlu mendakwahi keluarga dengan hikmah tentang tauhid yang lurus. Tidak lupa doakan keluarga agar mendapat hidayah berupa tauhid yang lurus.
Tanya: mbak kondisi tidak mendukung apa yang diperintahkan untuk pindah seperti dalam jawaban diatas? Apakah sudah boleh diajarkan tentang perbedaan agama ke balita?
Lingkungan yang buruk, misal lingkungan yang penuh dengan kesyirikan dan kita tidak bisa mengubahnya. Sebab mau tidak mau anak akan ikut terpengaruh. Boleh, tentu dengan cara yang bisa dipahami balita. Jelaskan tentang kisah Nabi Isa 'alaihissalam. Jelaskan bahwa Nabi Isa bukan anak Allah. Allah maha suci dari sifat punya anak. Ketika natal, jelaskan bahwa itu adalah perayaan yang tidak diperbolehkan sebab mereka sedang merayakan kelahiran tuhan. Allahu a'lam.
Tanya: Hal mendasar tentang tauhid yang pertama kali disampaikan kepada murid SD?
Mengenal Allah sebagai pencipta, pengatur, dan pemberi rizki. Setelah itu mengenalkan Allah sebagai satu-satunya Dzat yang berhak diibadahi. Begitu pula dengan materi mengenal Islam, mengenal Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam, dan Al Qur'an sebagai kalamullah. Insyaallah Ibu bisa menggunakan buku Pendidikan Tauhid untuk Madrasah Ibtidaiyah terbitan Attuqa.
Tanya: Bagaimana mengajarkan tauhid kepada ibu yang bekerja?
Dipertimbangkan kembali maslahat dan mudharat bekerja di luar rumah, sebab para ulama memberikan batasan-batasan bagi seorang perempuan yang akan bekerja di luar rumah. Salah satunya ialah tidak mengabaikan hak-hak (termasuk di dalamnya pendidikan) anak. Jika hal tsb belum memungkinkan, pilih sekolah dan pengasuh yang baik bagi anak, dan manfaatkan waktu untuk banyak-banyak beraktivitas dengan anak dan membacakan anak buku-buku Islami. Semoga Allah memberi kemudahan pada Ibu.
Tanya: Jika anak bertanya siapa yang menciptakan Allah?
Jelaskan bahwa Allah berbeda dengan mahluk. Allah pencipta, sedangkan mahluk adalah yang diciptakan. Ajarkan kepada anak untuk memohon perlindungan kepada Allah dan berhenti memikirkan hal tsb. Lebih lengkap penjelasannya bisa disimak di sini
Tanya: Anak bertanya tentang surga?
Surga tidak dapat terbayang di dalam benak manusia. Jelaskan bahwa kesamaan sesuatu di surga dengan sesuatu di dunia hanya nama saja. Sama-sama madu, akan tetapi di surga lebih enak. Boleh makan banyak-banyak, tidak akan buang air kecil dan buang air besar. Kalau mau ke surga kita harus menyembah Allah saja, kalau kita menyembah Allah saja, rajin beribadah kepada Allah insyaallah kita juga bisa melihat wajah Allah di surga.
Tanya: Maksud pemuda yang terdidik?
Maksudnya itu menunjukkan keberhasilan ibunda dalam mendidik beliau sehingga beliau menjadi shahabat gigih berjuang dalam Islam.
Tanya: Bagaimana mengatasi prasangka buruk anak kepada Allah ketika anak tertimpa suatu kejelekan?
Jelaskan tentang hikmah dalam kejadian yang ia rasakan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar