Jumat, 02 Maret 2018

Kulwap Ibu Belajar Tauhid Sesi 3 (End)










Alhamdulillah wash shalatu was salamu 'ala Rasulullah. Sering kita mendengar slogan, awas bahaya laten korupsi. Akan tetapi tahukah kita ada bahaya yang lebih besar dari korupsi? Apa itu? Bahaya syirik jauh lebih besar dari bahaya korupsi. Allah Ta'ala berfirman

وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepada engkau -wahai Muhammad – dan kepada (nabi-nabi) yang sebelum engkau: “Jika kamu berbuat syirik (kepada Allah ), niscaya akan gugur terhapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi. (QS Az Zumar: 65). Di sini Allah mengatakan kepada Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam dan kepada nabi-nabi yang Allah utus sebelum beliau. Jika mereka berbuat syirik, maka akan terhapus amal-amal mereka dan mereka akan menjadi orang-orang yang merugi. Maka bagaimanakah lagi kita yang derajatnya jauh di bawah para Nabi? Oleh karena itu, adalah suatu kewajiban bagi kita untuk terus mempelajari kesyirikan. Bukan untuk diamalkan, akan tetapi untuk dijauhi. Semoga Allah memberikan kita hidayah dan taufiq untuk beramal. Subhaanallooh, sungguh sebuah bahaya yg besar, yg sering kita abaikan.

Assalammualaikum, mohon bantuannya utk menanyakan syirik kah apabila anak2 bermain peran seperti di film kartun yg menunjukkan kekuatan super? Misalnya mengaku menjadi Superman.
Jawab:
Wa'alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh. Allahu a'lam, tidak. Akan tetapi, di dalam film-film semacam itu sedikit demi sedikit bisa merusak pemikiran anak-anak tentang aqidah yang lurus.

Tolong berikan contoh perkataan atau redaksi dialog yang pas untuk menerangkan tentang syirik ke anak-anak umur 3-7th. Sejak umur berapa diajarkan tentang syirik. Bagaimana detail contoh menjelaskan syirik pada balita?
Jawab: Untuk usia tiga tahun bisa dikenalkan dengan kisah-kisah yang ada dalam Al Qur'an dan hadits Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam yang shahih. Misalnya kisah burung hud-hud yang melaporkan perbuatan kaum saba kepada Nabi Sulaiman 'alaihissalam. Katakan pada anak, “ Burung hud-hud saja nggak suka ya orang-orang yang menyembah Allah tetapi juga menyembah matahari”. Sedangkan untuk usia tujuh tahun mereka sudah matang daya nalarnya. Tanyakan kepada mereka tentang fenomena kesyirikan pada zaman ini? Misalnya, “Kalau doa di kuburan itu gimana ya?”, setelah mereka memberi feedback, jelaskan bahwa tujuan berziarah kubur itu untuk mendoakan si mayit, bukan berdoa kepada mayit atau melalui perantara mayit. Atau jika momennya pas, misal sedang melewati tempat peribadahan orang kafir, diskusikan dengan mereka. Seperti faidah yang di-share kemarin oleh mba Mutia hafidzahallah di grup, saya ijin copas ya mba ^^

Sewaktu kami masih tinggal di Malaysia, tau sendiri ya di sana kayak di Upin Upin itu bener banget ada orang Melayu Cina India campur2 tinggal di sana. Kebetulan kami tinggal di kawasan orang Melayu tapi kami punya jadwal rutin tahfiz di lingkungan orang Arab yang ke sana itu melewati kawasan orang Cina. Nah, kalau lewat kawasan itu selalu ada istilahnya "tempat persembahan" dengan hiasan lampu2 dan makanan2 yang disajikan untuk berhala. Saya sering menyebutkan kata berhala untuk apa2 yang disembah yang berada di tempat2 persembahan. Karena di buku2 kan sering disebutkan berhala itu patung kan ya. Sedangkan tidak semua tempat persembahan itu ada patungmya. Jadi supaya nyambung ya saya sebut saja sesembahan apa saja itu berhala.  Cmiiw. Kalau lewat situ saya selalu ajak anak2 untuk diskusi. 
"Eh, lihat tuh ada berhala. Wah banyak ya makanannya."
"Aneh ih. Masa "Tuhan" makan."
"Tuh lihat ada soya (susu kedelai)."
"Ih, masa "Tuhan" minum soya sih."
Begitulah polosnya anak2. Saya bilang, "Masya Allah ya Kak, kalau "Tuhan" sampai perlu makan dan minum yang harus kita sediakan, memenuhi kebutuhan dirinya sendiri saja dia tidak bisa apalagi mengabulkan doa kita." Di sana kami juga tinggal berdekatan di kawasan orang India. Dan bisa browsing untuk Batu Caves, di sana ada patung yang besaaaaaar sekali melebihi jalan layang. Setiap kami lewat situ banyak sekali orang India dan tak jarang wisatawan juga. Tentunya kami tidak akan sudi mampir ke sana, cuma lewat saja. Lagi2 kalau lewat situ saya ajak anak2 diskusi. 
"Berhalanya besar sekali ya, Masya Allah. Yang bikin siapa coba?"
"Itu kan patung buatan manusia."
"Hebatan mana, yang bikin berhalanya apa berhalanya?"
"Hihi, hebatan yang bikin lah."
"Aneh ih, masa "Tuhan" dibikin sih."
Di bagian bawah patung itu juga ada sajian makanan dan minuman. Lalu saya bilang, "Hmmm, mungkin ga berhalanya besar karena dikasih makan?"
"Ya nggak mungkin lah. Itu kan cuma patung Mi."
"Iya ya, kok mereka ga tau ya, kenapa ya mereka tuh tetap saja beribadah kepada berhala. Kakak aja tau.."
Lalu saya bilang, "jadi ya Kak, mereka itu sebetulnya bukan menyembah berhala tapi mereka menganggap bahwa berhala itu bisa menyampaikan keinginannya kepada Allah. 
"Yah kalau memang begitu ya langsung saja kepada Allah, ngapain lewat berhala segala."
"Iya ya Kak.."
Tak lama hujan pun turun. "Lihat tuh, betapa tak berdayanya berhala itu. Melindungi dirinya sendiri dari hujan aja dia ga bisa, apa layak dia dimintakan sesuatu."

anak saya usia 5th, dia telat bicara daya nalar y jg telat, kenapa ya kalo dibacakan crita tentang pra shahabat/para nabi yg ada perang y dia malah yg diikutin perang nya padahal udah dikasih th tp ttp ja, sampe bku2para shahabat yg 1paket superhero islam, saya umpetin dlu, saya kasih bku2akhlak adab dlu, gmn jg mnjelaskan ketika anak bertanya kapan qt akan ke surga? kok lama bgt, mnurt saya tu rumit gmn cr mnjelaskannya,
Jawab :
1. Insyaallah tidak mengapa, sambil orang tua menerangkan jihad dalam Islam yang bertujuan untuk menegakkan agama Islam. Semoga anak bisa meneladani sosok para shahabat radhiyallahu 'anhum yang pemberani.
2. Memang perjalanan kita masih panjang. Jelaskan pada anak bahwa setelah kita meninggal kita akan berada di alam barzakh, kemudian pada hari kiamat kelak dibangkitkan di padang mahsyar kemudian menjalani hisab dan penimbangan amal. Baru kemudian kita akan meniti shirath yang terbentang di antara dua neraka jahannam. Setelah itu ada qantharah baru kemudian menuju surga. Jelaskan bahwa di dunia ini ladang untuk beramal shalih dan buahnya akan kita petik di akhirat, semoga Allah memasukkan kita semua ke dalam surga. subhaanallooh.....

mba nida, boleh kah kita menceritakan surga dan neraka kpd anak2 dg gambar2? Mengingat hal tsb masuk perkara ghaib
Allahu a'lam. Surga tidak bisa tergambarkan, karena Allah jadikan kenikmatan surga itu tidak pernah terlihat oleh mata, terdengar oleh telinga, ataupun terbetik dalam benak manusia. Sebaiknya cukup diceritakan saja kenikmatan surga dan dijelaskan bahwa kesamaan kenikmatan dunia dan di surga hanya sebatas nama saja. Tetapi di surga jauh lebih indah.

Bagaimana menanggapi sang anak ttg tokoh2 kartun yg teman2 nya ceritakan ttg peri,cinderalla,doraemon,froozeen,film2 india/non islam yg didalamnya trdpt kesyirikan
Alhamdulillah anak2 tdk menonton tv dirumah, Qodarullah saat berkumpul dg teman2 nya ada yg cerita ttg tokoh2 diatas. Bagaimana menjelaskan ke anak2 usia 5-6 thn ttg kita harus takut hanya kpd Alloh azza wajalla,dan tdk boleh takut kpd selainnya. (Menjelaskan ttg perbedaan takut yg diperbolehkan (fitrah) dg takut yg terlarang).
Jawaban:
Wa'alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh. 
1. Kita perlu mengingkari kemungkaran yang ada pada film kartun tersebut. Jelaskan kepadanya bahwa cerita peri adalah cerita khayal dan yang bisa mengabulkan permohonan kita hanyalah Allah. Jelaskan pula tentang terbukanya aurat dan musik yang ada dalam film tersebut. Semoga dengan itu anak bisa menyaring informasi yang didapatkannya dari teman-temannya. Ada baiknya sesekali ajak teman-teman anak main ke rumah, buat acara sederhana misal menceritakan kisah-kisah shahih atau lomba hafalan hadits-hadits pendek. Beri hadiah kepada mereka. Semoga hal tersebut bisa menjadi wasilah untuk mengajak mereka kepada kebaikan. Sebagai tambahan, Syaikh Shalih Al Munajid dan Syaikh Al Utsaimin menjelaskan tentang sarana dan alternatif untuk menghadapi bahaya film kartun, bisa dibaca di sini: https://islamqa.info/id/112018. Silakan disimak, insyaallah sangat berfaidah.
2. Perbanyak contoh-contohnya, mana takut yang diperbolehkan dan mana yang tidak diperbolehkan, karena usia lima tahun perlu contoh konkret.

Tanggapan:
Apakah perilaku anak mengagumi superhero, tidak bs dianggap sikap yg wajar ? apa saja batasannya?
Superhero yang digambarkan dalam film-film kartun digambarkan mempunyai kekuatan yang tidak dimiliki manusia biasa. Kadang juga digambarkan bisa menguasai hal-hal yang di bawah kekuasaan Allah. Hal ini bisa mengotori fitrahnya yang lurus. Sebaiknya dikisahkan kepada mereka kepahlawanan Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam dan para shahabat radhiyalallahu 'anhum. Allahu a'lam.

Bagaimana Menjelaskan Hakikat kematian seseorang kepada Anak usia 3tahun?. Sepekan lalu orang tua saya meninggal, dan anak saya selalu bertanya tentang kematian. Kenapa Allah Matikan kakung? Aku Marah dan sedih sama Allah, kenapa Ambil kakung, kenapa kakung dikubur dll. ( Apa saja yang perlu dipahamkan kepada anak usia dini terhadap kematian)
Jawab:
Wa'alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh. Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Semoga Allah memberi pahala dan memberi pengganti yang lebih baik. Katakan pada anak dengan bahasa yang jelas, meninggal. Orang yang meninggal tidak bisa kembali ke dunia, ia akan berada di alam barzakh. Jangan gunakan kata-kata seperti tidur lama atau pergi lama. Gali pendapat anak tentang apa itu meninggal, jika ada informasi yang salah, luruskan. Jelaskan bahwa kita semua akan meninggal, tetapi hanya Allah yang tahu kapan kita akan meninggal. Ajarkan pada anak untuk mendoakan kakeknya semoga Allah merahmati dan mengampuni dosa-dosa beliau. Dan semoga nanti keluarga kita bisa kumpul kembali di surga.

Tanggapan:
Sebaiknya, sikap yg benar dlm menghadapi kematian yg benar seperti apa? Bersedih atau gembira? 
Dalam menghadapi kematian, sebagaimana musibah yang lain manusia terbagi menjadi empat tingkatan. 
1. Yang marah atas musibah
2. Yang bersabar
3. Yang ridha
4. Yang bersyukur
Tingkatan minimal yang wajib bagi kita adalah bersabar, yakni menahan diri dari apa yang Allah haramkan ketika tertimpa musibah, seperti meratap, menampar-nampar pipi dsb. Allahu a'lam.

Pertnyaan : anak saya usia 2th (laki2) setiap saya hendak solat menggunakan mukena dia selalu menangis meraung2 dan tidak memperbolehkan saya solat. Tp jika diajak solat ke mesjid oleh ayahnya tidak pernah menangis. Bagaimana sy memberikan pengertian ya?
Bisa dibaca disini

Tanggapan
Assalamu'alaykum. anak sy usia 7th, sering sekali bertanya ttg hubunganx dg tauhid. Seperti beberapa pekan lalu, dia bertanya:
-Ummi, untuk apa kita ada?
+Maksudnya gmn?
-Maksudnya utk apa manusia ada?
+(Saya menyebutkan adzdzaariyat:56 plus terjemahanx)
-Beribadah untuk apa?
+Karena...Allah maunya begitu.
Benarkah jawabn saya? Dan benarkah pertanyaan2 yg abstrak dr anak tdk harus selalu ditanggapi serius? Tp mencoba misal mengatakan "Klo ummi, gak ada gimana?" Malah diarahkan pertanyaanx ke arah yg lain. Benarkah demikian? Soalx sy klo pertanyaan anak2 selalu mencoba menjelaskan apa adax sesuai bahasa yg mereka pahami, klopun mereka masih blm paham, sy biasa katakan, insyaAllah suatu saat nanti kamu akan paham. Maaf, kepanjangan pertanyaanx.🙏🏻☺

Tanggapan :
Anak bertanya: "Ummi, mengapa harus ada org jahat?Iblis?"
Sy;sbg ujian utk kita mana yg beriman mana yg tdk
An:"Diuji utk apa?" Sy bingung klo sdh masalah begini.

Barakallahu fik, iya Allah menciptakan jin dan manusia memang untuk beribadah. Sebisa mungkin jelaskan dari dalil-dalil Al Qur'an dan hadits yang shahih. Allahu a'lam. Allah menciptakan sesuatu sesuai dengan hikmahnya. Inilah pentingnya belajar tentang iman kepada takdir, baik takdir yang baik dan yang buruk. Segala yang Allah ciptakan itu baik, walaupun kita kadang terasa buruk bagi manusia. Kalau tidak ada orang jahat, semua manusia beriman kepada Allah, tidak bermaksiat, tidak akan ada dakwah, taubat, dan jihad di jalan Allah. Padahal amalan-amalan tersebut sangat besar nilainya di sisi Allah. Takdir yang buruk sering diumpamakan dengan obat. Terasa pahit bagi yang meminum, akan tetapi di balik itu ada maslahat yang besar yakni kesembuhan -biidznillah- bagi yang meminumnya. Allahu a'lam. maasyaa allah

assalamualaikum mba, msh bs ajukan pertanyaan tdk? anak saya bbrp hari ini selalu menanyakan, apakah betul setelah meninggal trs hidup lagi....trs kita lahir jd bayi lg apa gak. anak saya juga menanyakan....karena saya cerita, iya, nanti kita hidup lagi di surga, bertemu dengan kakak muhammad (kakaknya yg meninggal saat bayi) anak saya menanyakan, surga itu seperti apa mah
Jawab:
Wa'alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh. Manusia dibangkitkan dalam keadaan tidak mengenakan sandal, telanjang, dan belum dikhitan. Sedangkan kenikmatan di surga bisa dibaca di sini

Tanggapan :
ttg film kartun Atau film semisal film Umar Atau hal2 yg sbnrx bermanfaat tp disertai musik.apakah boleh?
Syekh Muhammad bin Saleh Al-Utsaimin rahimahullah berkata, "Akhir-akhir ini ada fenomena sebagian studio Islam yang memproduksi film kartun. Mereka mengatakan ini adalah islami. Misalnya ada produk yang berjudul "Penakluk Konstantinopel" atau "Rihlatussalam (Perjalanan Perdamaian)" terakhir adalah film "Ghulan Najran (Anak Najran)" yang disebut dalam surat Al-Buruj atau dalam dalam hadits shahih Muslim. Film kartun ini mereka jadikan sebagai alternatif dari film kartun yang merusak. Apa hukum perkara ini?"
Maka beliau menjawab:
"Saya menilai bahwa hal itu, insya Allah, tidak mengapa, karena kenyataannya, sebagaimana anda sebutkan, ingin melindungi anak-anak dari perkara yang diharamkan. Paling tidak, jika hal tersebut memang harus, hal itu lebih ringan dari apa yang mereka sebut sebagai film kartun yang kami dengar dapat menimbulkan keraguan dalam akidah, atau mempertontonkan wujud tuhan ketika turun hujan, na'uzu billah, dan yang semacamnya. Secara umum, saya menganggap hal tersebut tidak mengapa....
Pendapat saya tersebut, jika di dalamnya hanya terdapat kebaikan, maka tidak mengapa, tapi jika diiringi musik, maka hal tersebut tidak dibolehkan. Karena musik termasuk perkara yang diharamkan." (Liqo Bab Maftuh, 127/soal no. 10)
maasyaa allah, sdh ada fatwanya❤

Pertnyaan : anak saya usia 2th (laki2) setiap saya hendak solat menggunakan mukena dia selalu menangis meraung2 dan tidak memperbolehkan saya solat. Tp jika diajak solat ke mesjid oleh ayahnya tidak pernah menangis. Bagaimana sy memberikan pengertian ya?
Bisa dibaca di sini

Assalamu'alaikum, um mengajarkan mengenai tauhid kepada anak usia 5 tahun n 9 tahun trus gimana sih nasehatin anak usia  5 tahun n 9 tahun supaya ga males2an tuk sholat 5 waktu
Tahapan pengenalan tauhid sudah dibahas di pertemuan yang lalu. Sebelum menikah: memilih calon ayah yang shalih karena ia yang akan menjadi imam dalam rumah tangga. Pilih yang baik agama (di antaranya dilihat bagaimana shalat lima waktunya di masjid dan rajin atau tidaknya hadir di majelis ilmu) dan akhlaknya (di antaranya bisa dilihat bagaimana ia memperlakukan orang tuanya, terutama ibunya). 
Setelah menikah:
1. berdoa kepada Allah agar dikaruniai anak yang shalih, ingatkan suami untuk membaca doa sebelum berhubungan suami istri
2. ketika anak lahir, memohon perlindungan kepada Allah ketika bayi lahir, men-tahniknya (bagi yang berpendapat bahwa tahnik adalah sunnah bagi umat Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam, bukan kekhususan beliau saja), memberikan nama yang baik, dan melaksanakan aqiqah. Bangun suasana rumah yang kondusif, isi dengan ketaatan kepada Allah. Anak adalah peniru ulung, ia akan meniru apa yang dilakukan oleh orang-orang di sekitarnya.
3. Usia satu tahun, perkenalkan anak dengan buku (mungkin sejenis board book) agar anak suka dengan buku. Pada usia ini pendidikan akan menyatu dengan kehidupan sehari-hari. Ajak anak ke majelis ilmu dengan tetap menjaga adab-adab. Usahakan anak tidak mengganggu peserta lain dan jika bertepatan dengan waktu shalat, anak jangan sampai memutus shaf. Mungkin kita akan berpikir, ibunya nggak konsen dong? Tidak apa-apa, insyaallah kita akan tetap mendapat pahala menuntut ilmu sekaligus membiasakan anak mendengar Al Qur'an dan as sunnah.
4. Usia dua tahun, bisa mulai diajarkan kalimat-kalimat sederhana, penciptaku Allah, Nabiku Muhammad, dan agamaku Islam. Dan tidak lupa diajarkan bahwa Allah ada di atas langit. Di usia ini, anak sudah bisa terlibat aktif dalam pendidikan. Buat kegiatan sederhana tentang tauhid. Misal mewarnai tentang ciptaan Allah. Katakan padanya, ini semua ciptaan Allah. Allah yang menciptakan, jadi hanya Allah saja yang disembah.
5. Jika anak sudah mulai tertarik dengan buku, bacakan buku-buku yang bermanfaat. Buku-buku kisah para Rasul isinya adalah tauhid, karena memang dakwah para rasul adalah tauhid. Bacakan kisah Nabi Nuh 'alaihissalam, sang Rasul pertama. Bagaimana dakwah beliau 'alaihissalam kepada masyarakatnya yang mengagungkan orang-orang shalih, hingga akhirnya mereka melakukan peribadatan kepada orang-orang shalih tersebut.
6. Usia tiga tahun biasanya anak sudah mulai aktif bertanya. Sebisa mungkin, kaitkan jawaban dengan tauhid. Misalnya, ketika ditanya, dinosaurus kok besar ya, Mi? Jawab iya, Allah menciptakan dinosaurus besar banget ya? Allah Maha Pencipta, bisa menciptakan yang kecil seperti semut, bisa juga menciptakan yang besar seperti dinosaurus. Makanya kita harus menyembah Allah saja. Pahamkan kepada anak bahwa Dzat yang menciptakan itu adalah satu-satunya Dzat yang berhak diibadahi.
7. Iringi dengan membiasakan adab-adab yang sesuai dengan tuntunan Rasulullah shalallahu 'alahi wa sallam. Mulai dari bangun tidur sampai tidur kembali. Ingatkan anak ketika keluar rumah membaca doa, masuk kamar mandi dst supaya anak biasa memohon perlindungan hanya kepada Allah.
8. Usia lima tahun ketika anak sudah mulai menghafal Al Qur'an usahakan sang ibu membaca tafsir Al Qur'an yang sedang dihafal sang anak. Ketika di dalamnya terdapat kisah, ceritakan. Anak-anak suka kisah. Kisah pula yang banyak Allah sebut dalam Al Qur'an agar hamba-hamba-Nya mengambil banyak pelajaran.
9. Ketika sudah menginjak usia sekolah, masukkan anak ke sekolah yang mengajarkan tauhid yang sesuai dengan Al Qur'an dan As Sunnah yang dipahami oleh generasi shahabat. Jangan serahkan pilihan kepada anak di mana ia ingin sekolah. Orang tua yang harus lebih berperan aktif, karena anak belum mengetahui mana yang lebih maslahat bagi pendidikannya. Jika memilih untuk homeschooling, saya merekomendasikan untuk membeli buku-buku tauhid yang sesuai dengan kurikulum standar Saudi Arabia (misalnya buku-buku terbitan Attuqa).
10. Usia tujuh tahun, anak mulai bisa diajak diskusi. Perkenalkan tentang syirik dan bahayanya. Misal ketika membaca kisah tentang kemuliaan Rasulullah shalallahu 'alahi wa sallam tanyakan kepada anak, “Wah Rasulullah sungguh mulia ya akhlaknya. Dekat dengan Allah. Boleh nggak kita doa kepada Rasulullah?” Anak akan berpikir, lalu kita jawab, “Tidak boleh, karena Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam sudah meninggal” sambil diceritakan kisah shahabat ketika dilanda musim kemarau. Mereka tidak berdoa kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, tetapi meminta didoakan ‘Abbas radhiyallahu ‘anhu, paman Rasulullah shalallahu ‘alaiahi wa sallam yang masih hidup.
11. Ketika sudah bergaul dengan lingkungan, mau tidak mau biasanya akan ada pengaruh negatif kepada anak dalam tauhidnya. Contoh simpel: setan dan hantu. Di sinilah peran orang tua untuk meluruskan pemahaman tauhid anak.
Ingatlah bahwa Allah yang Maha Memberi Hidayah. Kita memang bisa memberi hidayah irsyad (berupa bimbingan dan pengajaran), akan tetapi hidayah taufik hanya di tangan Allah. Sekeras apapun usaha Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam berdakwah kepada paman beliau, tidak menjadikan paman beliau masuk Islam. Sehebat apapun Nabi Nuh 'alaihissalam mengajak anaknya kepada tauhid, itu tidak bisa menghindarkan anaknya dari adzab berupa banjir besar yang menimpa orang-orang kafir. Oleh karena itu, mohonlah selalu kepada Allah agar memberikan hidayah kepada anak-anak kita. 
Begitu pula dengan tahapan menyuruh anak untuk shalat sudah dibahas pada pertemuan sebelumnya. Syaikh Sulaiman Ar Ruhaily menjelaskan tahapan mengajarkan anak shalat ada tiga fase. Sebelum tamyiz, ia tidak disuruh shalat. Akan tetapi jika ia shalat atau mengerjakan kebaikan yang lain, kita dukung. Fase tamyiz, anak disuruh untuk mengerjakan shalat, tanpa hukuman dan acaman. Setelah sepuluh tahun baru boleh menerapkan hukuman jika tidak shalat. Fatwa lengkap beliau bisa dilihat di sini (silakan disimak, insyaallah sangat bermanfaat)

Bismillaah.
Dalam materi di sebutkan, salah satu kisah untuk mengenalkan kesyirikan pada anak di antaranya kisah kecemburuan burung hud-hud terhadap kesyirikan.
Pertanyaannya, kecemburuan di sini penjelasan nya seperti apa ya? Kenapa bisa cemburu terhadap kesyirikan?
Jawab: 
Kecemburuan di sini berarti ketidaksenangan atau ketidakrelaan burung hud-hud melihat kesyirikan kaum Saba yang menyembah Allah tetapi menyekutukan Allah dengan menyembah matahari. Semua mahluk pada hakikatnya bertasbih memuji Allah dan mengetahui bahwa hanya Allah lah yang berhak disembah, akan tetapi kita tidak dapat mengetahui tasbih mereka. Kecuali Nabi yang Allah anugerahkan kepada mereka kemampuan untuk berbicara kepada hewan (seperti Nabi Sulaiman 'alaihissalam) atau pada Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam dan para shahabat yang Allah perdengarkan kepada mereka suara batu yang bertasbih. 

وَإِنْ مِنْ شَيْءٍ إِلَّا يُسَبِّحُ بِحَمْدِهِ وَلَٰكِنْ لَا تَفْقَهُونَ تَسْبِيحَهُمْ

“Dan tak ada satu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka.” (QS. Al-Isra: 44).
Selengkapnya bisa dibaca sini

pertanyaan :
bagaimana menjelaskan kepada anak saya umur 5th ttg kematian. anak saya menanyakan mengapa kalau sdh menjadi kakek terus meninggal, aku gak mau meninggal mah. kemudian saya pun mengatakan kalau semua makhluk hidup di dunia ini pasti meninggal. kemudian anak saya menanyakan lagi terus yang meninggal itu nanti emang masuk surga mah, di surga itu seperti apa mah, ada apa aja di surga? gimana kita bisa masuk surga, memangnya setelah meninggal terus kita hidup lagi di surga?
Barakallahu fik. Ibu bisa mendengarkan kajian yang membahas tentang perjalanan ruh setelah kematian. Mulai dari alam barzakh, dikumpulkannya manusia di padang mahsyar, kondisi di padang mahsyar, penghitungan dan penimbangan amal, dst.

Sekilas tentang narasumber:



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

The most wanted Jepit Jemuran

Seringkali ibu saya ngomel-ngomel, "kemana yaa jepit jemuran Nenek kok pada hilang yaaa?" Maklumlah, kami masih tinggal di rumah o...