Winter datang lebih awal. Salju yang kata suami saya tahun kemarin ngga terlalu tebal, akhir-akhir ini turun lumayan deras sampai pemandangan jadi putiiiih semua. Belanda terkenal dengan kincir angin nya, berarti anginnya lumayan kencang disini. Kebayang kan, hujan salju ditambah angin dingin kaya apa rasanya. Keadaan inilah yang membuat saya dan suami memutuskan untuk menitipkan Arya di sekolah saat lunch (overblijf). Di sekolah Arya, setiap hari Senin, Selasa, dan Kamis, para murid pulang ke rumah masing-masing saat makan siang, lalu kembali lagi ke sekolah sampai pukul 15.15. Tersedia juga pilihan untuk menitipkan anak di sekolah bagi orang tua yang barangkali tidak bisa menjemput untuk makan siang. Biaya per hari untuk jasa ini adalah €3 untuk yang berlangganan.
Alasan lain dari keputusan ini adalah supaya Arya dapat mengaplikasikan atau lebih mengasah lagi skill nya untuk makan sendiri dengan melihat teman-temannya. Bagaimana ia harus makan dengan baik, fokus dan cekatan seperti teman-temannya jika tidak ingin ketinggalan bermain.
Hari pertama overblijf, bekal lunch nya 2 lembar roti tawar di isi sosis cocktail dan 1 butir telur rebus. Penasaran banget habis apa ngga ya? Ternyata saat saya jemput sekolah, telurnya habis, padahal biasanya hanya dimakan putihnya saja. Lalu masih ada 1 potong roti dan minta dimakan di atas boncengan sepeda sambil jalan pulang. Ketebak sih, sebenarnya Arya masih lapar, tapi karena teman-temannya selesai lebih cepat jadi pengen cepat-cepat ikut main kan Naak? Semoga lunch berikutnya Arya sudah bisa menyesuaikan ya, mengatur apa yang harus dilakukan supaya bisa cepat main tapi makannya juga habis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar